Postingan

I Found You In My Heart

“Mana tulisannya? Semangat tanpa langkah nyata tuh sama aja bohong!” “aku bingung harus memulai dari mana kisahku ini.” “Just follow your heart. Close your Eyes, and listen to your heart…” Aku berdegup seketika ketika dia sampaikan itu padaku. Sekian lama mencari inspirasi untuk memulai tulisanku. Rupanya aku terlalu sibuk berfikir dan berfikir bagaimana cara memulainya dengan otakku. Aku lupa melibatkan hatiku. Ah, padahal ia telah demikian keras berteriak... “Dengarkan aku! Dengarkan aku!” Lalu sejenak kututup mataku…Kurasakan getaran yang mengalir dari degup di hatiku ke arah tanganku. Menjalar. Getaran yang memberikan efek luar biasa indah. Dan jemariku mulai menari..menyambut setiap inspirasi kata yang tertumpah dari bejana hatiku… ----- Pagi ini, masih sama seperti pagi demi pagi sebelumnya yang telah aku lewati. Pagi ini, yang membuatnya sedikit berbeda adalah… Ketika aku temukan sesuatu saat kupejamkan mataku. Melihat ke dalam hatiku, berbincang denganny...

Mutiara Hari Ini

Bismillah Sejenak sebelum tidurku, kuluangkan kembali waktuku untuk memosting tulisaku kai ini. sekian lama tidak menulis, terasa agak kaku memag. Tapi, kalau aku tidak mulai mencoba lagi, hmm.. tidak akan pernah ada langkah awal iu bukan. Jadi anggaplah kali ini aku sedng mencoba menorehkan kembali langkah awalku. Mencoba konsisten kembali menuliskan isi kepalaku. Meski mungkinsangat masih jauh dari layak baca, pun menginspirasi orang lain. Tak apalah,aku hanya ingin menulis. Kumulai ceritaku kali ini dengan menuliskan sebuah judul Mutiara Hari Ini. Yang luar biasa dari hari ini adalah aku menemui sesosok tegar wanita. Berulang kali Allah perlihatkan padaku, sosok demi sosok yang membuatku berkaca dan membuatku bersemburat malu. Karena saat itu aku sadari bahwa aku belum ada apa-apanya dibanding mereka. Masalahku masih jauh lebih kecil dari mereka. Jika selama itu mereka masih sanggup bertahan ditengah semua ketidakberdayannya, lalu kenapa aku harus menyerah pada keadaan? kute...

Newby

Newby di blogger iniiiih.. Maaf ya, masih planga-plongo. hehehe

ingin rasanya tidak peduli. tapi mana bisa aku bersikap tidak peduli? karena itu kau.

Ya Rabb...

Entahlah... Yang pasti dibalik semua ini akan ada hikmah yang mungkin belum terlihat di awal pagi ini... Dan entah hikmah yang seperti apapun yang diinginkanNya, yang pasti semua akan berbuah kebaikan dan akan indah pada saatnya... Aku, masih akan terus percaya itu... Bismillah Ya Rabb... UntukMu...

Lama sudah aku tidak menggoreskan rasa lewat kata. Waktu pun berlalu seiring dengan desahan nafas yang tak terhitung lagi, dan bisa kapanpun terhenti. Aku biarkan waktu berlalu, tanpa berusaha mengikat makna. Tidak, bukannya aku tak berusaha mengikat makna, aku hanya sedang menggoreskan makna itu di kedalaman hati, sejenak membaca dengan kejernihan dan kebeningannya.. Berusaha meredam kata yang kadang tertumpah tanpa guna...

Beginilah Para Ulama Mendidik Anak

Tautan

Antara Mas Mono, Ayam Bakar dan Shalat Dhuha

Subhanallah... Saat membaca salah satu artikel di web fimadani.com (ini link-nya:  http://www.fimadani.com/cerita-tentang-dhuha-dari-mas-mono/ ), apa yang dirasakan sama penulis rasanya juga persis saya rasakan: tertampar-tampar! Atau kalau kalo mau lebih ekstrim lagi: tertonjok, tertendang!! MasyaAllah...memang tidak pantas ya kita menilai seseorang hanya lewat penampilannya saja. Karena Penampilan terkadang bisa sangat menipu. Percaya? Baca aja deh langsung artikel yang udah saya link tadi di atas ya biar percaya! Heheh.. Pernah denger kata-kata bijak yang kurang lebih isinya gini: satu keteladanan lebih baik daripada seribu nasehat, pernah? Nah, Mas Mono yang lagi jadi bahan pembicaraan kita tentang shalat dhuha ini nih yang langsung praktek dari implementasi kata-kata itu. Subhanallah ya!  Jadi, biar ga penasaran, baca aja langsung deh artikel tersebut! Buat yang ngerasa shalat dhuhanya masih bolong-bolong, (kayak saya, ups!) mari kita terus perbaiki diri. Dua raka'a...

Merenung Sejenak

Bismillah... Keterbatasan tidak boleh menjadi alasan. Tapi keterbatasan adalah sesuatu yang sangat pas untuk dijadikan alasan. Ah, tentu saja aku bicara begini karena aku merasakannya sendiri. Selalu saja mencari alasan untuk membenarkan nafsu yang enggan bersusah payah menghadapi panas terik. Jawaban dari keterbatasan adalah kerja keras! Entahlah aku mendengarnya di mana. Tapi sepertinya memang benar, kerja keraslah jawabannya. Kerja keras melawan diri sendiri yang lebih ingin diam tanpa mau berkarya. Pun kerja keras untuk mengusahakan yang terbaik. Ya, ujian kali ini membawa banyak hikmah buatku. Aral melintang begitu senang menghadang. Berulang kali membuat putus asa hampir menyambangi. Tapi yang terpenting sekarang adalah aku sedang berusaha untuk bangkit lagi. Keadaanku saat ini beribu kali lebih baik dibandingkan orang lain, berjuta kali lebih pantas untuk disyukuri. Bagaimana tidak? Aku hidup dengan berlimpah karunia. Lantas, kurang apa lagi? Mau beralasan apa lagi? Bisa posting...

>>Saya tidak akan menyalahkan siapapun, tidak ingin menyalahkan diri sendiri juga. Karena tak dipertemukan dengan purnama malam itu pun sudah sesuatu yang pasti akan terjadi<< copas dari blognya mba faraziyya. Sangat pas buat saya. Menggalau. hehehe...

pinky

Gambar

Kalau Bumi Begini, Kira-Kira Surga Gimana ya?

Gambar

Mencintai Allah Itu Luar Biasa!

Gambar
Saat kau katakan kau cinta, maka kau harus membuktikannya. Itu sebuah pernyataan yang benar kan? Ya, pastinya begitu. Apalah arti cinta jika hanya sebatas kata? Cinta itu selalu butuh bukti. Lantas, saat kau katakan kau cinta Allah, sudah semestinya kau juga membuktikannya kan? Berulang kali akan aku katakan: MENCINTAI ALLAH ITU LUAR BIASA! Akan ada ujian demi ujian untuk membuktikan kesungguhan cinta itu. Saat kau katakan kau mencintai Allah. Maka jika suatu saat ada kondisi yang membuatmu harus memilih, antara kesenanganmu ataukah cinta Rabb-mu, disitulah awal bukti cintamu dipertaruhkan. Pasti sudah tidak asing lagi dengan ayat ke-216 dari surat Al-Baqoroh kan? Nah, jika kondisi itu menerpamu, mana yang akan kau pilih? Seseorang yang beriman pasti akan dengan yakin menjawab, "Tentu saja aku akan memilih cinta Allah!" Yang diperlukan di sini bukanlah sekedar kata-kata yang mati tanpa bukti. Bicara memanglah mudah, tapi mengamalkannya lebih sulit daripada bicaranya. Ah, bu...

Berkaca Pada Rasa Kecewa

Berkaca Pada Rasa Kecewa Oleh Nusaibah Az Zahra Bismillah... Kecewa itu tanda cinta, tanda bahwa harapan itu pernah ada. Rasa kecewa itu kadang menyesakkan. Tapi, diluar itu semua, marilah kita berpikir dan bersikap dewasa. Bahwa manusia tetaplah makhluk biasa dengan semua kelemahannya. Yang terkadang bisa lalai dan lupa. Saat kekecewaan itu hadir justru disebabkan oleh oarng yang seharusnya menjadi teladan, tentulah rasa kecewa itu akan sangat besar dan sulit dilupakan. Tapi sekarang bukanlah saatnya menyalah- nyalahkan orang lain. Kini saatnya bercermin, kau pun hanya manusia, sama seperti mereka. Jika kau membiarkan dirimu terus-menerus diliputi rasa kesal, marah dan kecewa, bukankah itu hanya akan merugikan dirimu sendiri? Mungkin memang ada yang salah, tapi tak perluu membuat salah itu menjadi terus berkepanjangan. Ada lebih banyak cara yang bijak untuk menyikapi sebuah kesalahan. Mungkin kita perlu kembali menyegarkan ingatan tentang manusia teladan sepanjang masa...tentang bagai...

Mendekatlah PadaNya...

Bismillah Biarlah aku kembali merenungi diriku sendiri di sini... Saat kuputuskan untuk melanjutkannya karena Allah, maka hal apapun yang aku temukan pada saat menjalaninya, haruslah kuhadapi karena Allah juga. Keputusan yang kuambil karena Allah, bukan karena selainNya. (Ya Rabb, sungguh pasrah padaMu, biar kutekan dalam-dalam rasa egoisme manusiaku ini. Aku ingin dapat mencintaiMu di atas segalanya. Aku ingin ridha dengan ketetapanMu padaku, apa pun itu... Yang aku inginkan adalah balasan dariMu, sungguh hanya balasan dariMu lah yang aku nanti. Bukan sesuatu di luar itu. Bukan sesuatu yg hanya hal duniawi. Aku ingin Kau mencintaiku. Mungkin saat ini aku tidak pandas mendapatkan cintaMu, tapi aku akan terus berusaha untuk itu. Cita-cita hanya dua, hidup mulia atau mati syahid karenaMu. Izinkanlah aku ya Rabb, mengetuk dan memasuki pintu surgaMu.) Ya Rabb, cintailah aku... Yang kau harapkan ridhanya Allah kan? TERUSLAH MENDEKAT PADANYA!! Kalahkan dirimu yang lebih suka menjauh. Kalahka...

Self Reflection (sebuah renungan)

Bismillah Entahlah harus diungkapkan seperti apa ini semua. Dari mimpi yg menjelma nyata. Tentang 'kebetulan demi kebetulan' yg bersiluet membentuk satu titik jawaban. Tentang kesulitannya, rintihan doa teriring gerimis dari mataku. Juga tentang harap dan cemas dalam menunggu sebuah ketetapan dariNya. Ah Nusaibah... Jika Al-Qur'an saja diturunkan secara berangsur-angsur dan bertahap (qs.Al-Insan:23), tak usahlah kau terburu-buru ingin mengetahui segera sesuatu yang belum seharusnya kau ketahui saat ini. Maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Allah... (qs.Al-Insan:24) Tetaplah perbaiki kualitas dirimu! Dengan menyebut nama Allah pada pagi dan petang (qs.Al-Insan:25) juga bersujud padaNya di sebagian malam (qs.Al-Insan:26). Jika kau inginkan kebaikan, ambillah jalan menuju Allah (qs.Al-Insan::29), jalan itu penuh dengan ujian, kau tak akan mampu menempuh jalan itu kecjuali jika Allah menghendaki (qs.Al-Insan:30). Bersabarlah dan terus kuatkan kesabaran dan bersiap-si...

Tak Akan Aku Biarkan Bertepuk Sebelah Tangan

Kita memang tak pernah akan dapat menerka apa rencana Allah untuk kita. Rasa malu datang bertubi saat rahmatNya datang menghujani diri, padahal jika ku insyafi diri, aku bukanlah seorang sholih yg selalu istiqomah dalam mengingatNya. Aku lebih sering lalai dan lupa daripada sadar dan ingat. Aku berusaha mencintaiNya ditengah kesadaranku yg timbul tenggelam. Aku ingin mencintaiNya, dengan berusaha menjalankan sunnah2 kekasihNya. Meski baru selangkah kulangkahkan kakiku padaNya. Dia benar-benar mendatangiku beribu-ribu langkah. Tanpa lelah. Tanpa bosan. Padahal aku terengah. Padahal aku jengah. Aku sungguh malu. Berharap selalu sadar memang tak mungkin, karena aku pun manusia. Tapi aku mencoba dan terus mencoba. Bangkit lagi saat terjatuh. Meluruskan langkah lagi saat mulai dipalingkan kelalaian. Mencoba percaya bahwa sabar selalu lebih baik daripada mengeluh. Mencoba menginsyafi, juga menyadari semua kelemahan dan ketidakberdayaanku tanpaNya. Karena aku tanpaNya sama dengan NOL BESAR! A...

i just don't wanna runaway...

Sabar Itu....

Liburan seperti apa sih yang di harapkan? Aku jelas mau liburan yang bisa bikin tambah produktif lagi. Baik buat diri aku sendiri atrau buat orang lain. Tapi kok ya kenyataannya kalo udah mulai liburan yang rada panjangan dikit kaya liburan idul fitri gini, malah jadi bikin ga produktif sama sekali... Makanya aja aku seneng jalan-jalan kemanaaaaa gitu biar ga diem di satu tempat terlalu lama. kalo kelamaan pasti ujungnya jadi bete plus males. Sediiiiih... banget...banget...banget!!! Coba aja apa yang bakal kamu rasain kalo ada orang yang ngomong tentang diri kamu (yang jelek-jelknya pula!) di depan banyak orang? Ah! rasa-rasanya jadi kaya udah ga punya muka lagi. Jelek salah. Mau berbuat baik pun masih dianggap ada maunya.. Harius gimana coba??? Mendingan maen ke rumah orang laen yang bisa bikin upgrade diri lebih dan lebih lagi kan? Aku emang dariu pesantren. Emang seharusnya aku ini yang mewarnai keluarga aku, adek2 aku, sepupu2 aku, bude2 aku, pa'de2 aku. Ah... But... the real i...