Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Menjawab Adzan

MENJAWAB ADZAN Mintalah yang kamu mau. Ini tempat mustajab. Tapi sejak pertama datang, untuk mengucapkan keinginan saja, rasa hati malu luar biasa. Tidak ada hal yang paling aku inginkan selain Allah ampuni segala dosa. Dan meminta sebuah hati yang lembut. Agar semakin menunduk. PadaNya. ~*~ Subuh tadi, saat adzan subuh menggema di masjid kecintaan Nabi Muhammad ini.. Aku tunduk menyimak dan menjawab tiap kalimat adzan tersebut. Aku baru menyadari ternyata jawaban untuk adzan di kalimat "hayya 'alal sholaah" dan "hayya 'alal falaah" Adalah kalimat "LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH" Sadar ga kita? Mengapa jawabannya harus kalimat "tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah" untuk kalimat "mari mengerjakan shalat" dan" mari menuju kemenangan"? Karena ternyata untuk menuju dan mengerjakan shalat dan mendapat kemenangan hanya mampu dengan dan karena dikuatkan oleh Allah. Sehari LIMA KALI kita diingatkan

Yaa Rasulullah SAW

Kepadamu yang cintanya sampai kepada kami meski jarak dan waktu telah memisahkan bermilenia lamanya... Darimu ada teladan kebaikan yang wanginya mengabadi sampai saat ragamu telah tiada Fase demi fase perjalanan hidupmu adalah jalan yang sedang kami usaha jejaki, kini Jalan juangmu mengagungkan nama Allah di dalam hati orang-orang yang percaya. Dalam fase madinah ini, kami meniru jejakmu Di sini kami bersama, bahu membahu, topang menopang, bangun membangun, ingat mengingati, untuk menetapkan arah meniti jejak langkahmu. Seperti firman Allah, yang menyebutkan akan ada ummat terbaik yang dikeluarkan bagi manusia, kami berharap, kami, yang ada di sini, adalah orang2 yang dimaksud. Seperti muhajirin bagi anshar Dan seperti anshar bagi muhajirin. Menyambut panggilanmu dalam cucuran air mata yang tidak mau berhenti setiap teringat kisah  tentangmu itu.. Saat kau sebut dengan lidahmu  yang semakin kaku.. Ummatii . Ummatii Ummatii Bahkan sesaat sebelum ajalmu, kau masih mengkhaw

Hikmah di Suatu Jum'at

Hikmah dari khutbah jum'at di Masjidil Haram 🍀 Setiap kita telah berjanji kepada Allah. Dan setiap janji haruslah ditepati. Kita sudah berjanji kepadaNya, maka setiap janji akan dimintai pertanggungjawabannya. 🍀 Khadijah ra adalah istri tercinta Rasulullah. Beliau adalah seorang istri yang telah membuktikan janjinya dengan sempurna. Peranannya sangat besar di awal perjuangan dakwah Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam. Maka bagaimana Rasulullah tidak sangat mencintainya? Disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, malaikat Jibril dan Allah menitipkan salam kepada Khadijah. Dan meminta Rasulullah untuk menyampaikan sebuah pesan bahwa Khadijah radhiyallahu 'anha telah di sediakan sebuah rumah di surga. 🍀 Pahala memuliakan orang tua, melebihi pahala hijrah dan jihad. Maka siapapun yg masih memiliki orang tua yang masih hidup, muliakanlah mereka. Doa-doa mereka adalah keberkahan... Dan menyia-nyiakan mereka adalah neraka balasannya. 🍀 Setiap nabi me

Allah Bersama Prasangka HambaNya

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً » Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendeka

Saling Mengingatkan dengan Ayat Allah

Karena manusia tempatnya salah dan lupa, maka butuh terus diingatkan terus dan lagi. Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Bagi yang sedang melemah, bagi sedang bersedih, bagi yang sedang butuh kekuatan, salinglah mengingatkan dengan ayat-ayat Allah.. Ini akan sangat bermanfaat.. Sangat bermanfaat. Jadi, ayat mana yang berkesan buatmu dan mampu menggetarkan hatimu hari ini ?

Menemukan Rasa yang Hilang

MENEMUKAN RASA YANG HILANG Aku bilang sama mas Rendy, "Say, aku jatuh cinta lagi..." "Oh iya? Sama aku? Makasih ya." rupanya mas Rendy ke-GR-an. "Ih, bukan sama kamu." Mas Rendy bengong. "Loh? Kalau bukan sama aku terus sama siapa? Cukup tau deh ya." Aku tertawa lihat kebaperannya. Sebelum masnya tambah baper, aku langsung sambung pakai kata-kata lanjutannya. "Jatuh Cinta sama Rasulullah, Say. Rasanya deg-degan sekaligus penuh haru. Persis kayak pas jatuh cinta sama kamu." Mengalirlah panjang kisah tentang yang aku rasakan. Yang paling berharga dibawa pulang dari perjalanan ke dua kota suci ini adalah, sebuah rasa. Rasa yang membuat aku ingin mengikuti setiap suruhannya. Rasa yang membuat aku ingin menjadi sebenar-benar pengikut setianya. Sebelumnya, belum pernah ada orang yang sebegitunya ingin aku ikuti. Kekaguman pada siapapun masih dalam batas yang tidak sampai ingin mencari tau semua perkataannya, tidak sampai ingin meng

Inilah kaidah kehidupan

Inilah kaidah kehidupan* Jangan engkau perlakukan hidupmu dengan apa yang kau miliki berupa dunia, tapi dengan apa yang kau miliki dari jiwamu, dengannya kebahagiaan kau dapatkan dari hal-hal yang mungkin dan yang ada. Sehingga kau bahagia dari segala apa yang mungkin dan segala apa yang kau temui. Jika keridhaan adalah mufakat antara jiwa dan pemiliknya (dirimu), maka keyakinan adalah mufakat antara jiwa & Penciptanya. Karenanya, hukum kebahagiaan adalah hal maknawi yang berasal dari keluhuran, keimanan dan rasionalitas jiwa, sekaligus dari rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya. Bukan hal materi fisik yang berasal dari anggota badannya, harta, dunia, dan angan-angannya.." ---- *Mustafa arRafi'i "Wahyu Al-Qalam" Terj.Faris jihady

Menemukan Allah di Setiap Langkah

Kalau ternyata, kesulitan dan kesempitan yang kau terima sejak lama itu pada akhirnya adalah untuk membaikkan urusan akhiratmu jika kau mampu bersabar... Apa kau masih mau protes terhadap apa yang Allah hamparkan untukmu dan apa yang menjadi bagianmu? Mungkin saat masa itu datang, kita akan menjadi orang-orang dengan wajah yang tertunduk malu dengan air mata yang menganak sungai.. Benar ya Allah, Kau membalas dengan sempurna. Benar ya Allah, Kau tidak menyia-nyiakan keyakinanku padaMu.________________ Allah Maha Lembut, Maha Cinta, maka semua keegoan diri kita harus tunduk di bawah titahNya, ridha dengan apa yang diberikanNya. Allah Maha Tahu, dan kita tidak tahu apapun kecuali yang diizinkanNya untuk kita ketahui. #untukhalyangmembuattidakhabispikir #karenarencanaAllahselaluyangpalingbaik # menemukanAllahdisetiaplangkahhidup

ANTARA TENGGELAM DAN MEMPERBAIKI SHALAT

ANTARA TENGGELAM DAN MEMPERBAIKI SHALAT Aku pernah punya pengalaman tenggelam sewaktu kecil dulu. Kesulitan bernafas. Panik. Takut. Jika tidak kuat harus menarik nafas dari hidung maka air akan masuk lewat hidung, dan itu rasanya sakit sekali. Tapi kalau harus menahan nafas pun tidak kuat. Tenggelam itu serba salah. Dalam hidup, seberapa sering kita lewati tiap fasenya dengan ketakutan yang seperti orang sedang tenggelam? Kesulitan bernafas sekaligus sesak jika menahan nafas. Yang dibutuhkan adalah ketenangan, khusyu, tuma'ninah. Itulah kenapa mungkin shalat dijadikan salah satu syarat untuk mendapatkan pertolongan Allah. Karena dalam kondisi di luar shalat, kita seringnya tergesa-gesa, panik, dan sangat reaktif terhadap masalah. Maka coba kita perhatikan tiap fase dalam shalat, memperbaikinya maka sebenarnya sedang memperbaiki hidup. Menyatakan ikrar: bahwa tidak ada yang lebih besar dari Allah. Mengucapkan janji bahwa shalat, hidup, mati, dan semua urusan yang dilakukan

Obsesi Tertinggi

Dan obsesi tertinggi dalam bab iradah (kehendak jiwa), adalah: -         Obsesi yang selalu terikat dengan cinta kepada Allah, dan menyesuaikan diri dengan kehendak/perintahNya. Sedangkan serendah-rendahnya adalah: -         Obsesi yang selalu menyesuaikan diri dengan kehendak pemiliknya sesuai yang ia minta dari Allah, orang ini beribadah kepadaNya, karena ada maksud yang ia mintakan kepadaNya, bukan karena keinginan Allah kepada orang ini. Ada perbedaan antara keduanya: -         Yang pertama, menginginkan Allah dan menginginkan apa yang menjadi kehendakNya -         Yang kedua, menginginkan sesuatu dari Allah, namun Allah tidak menginginkannya By *Faris Jihady* ~~~~~~~~~~~~~~~ Tulisan ini, aku temuin di notes FBnya ustadz Faris Jihady, tepatnya sekitar 6 tahun lalu. Dan bacaan yang mengena, langsung dipraktekin. Cari apa yang Allah mau. Terobsesi menyesuaikan diri dengan kehendakNya... Tulisan ini singkat. Tapi pemaknaan dan pengamalannya ga cukup singkat. Latihannya lam

ANTARA TENGGELAM DAN MEMPERBAIKI SHALAT

ANTARA TENGGELAM DAN MEMPERBAIKI SHALAT Aku pernah punya pengalaman tenggelam sewaktu kecil dulu. Kesulitan bernafas. Panik. Takut. Jika tidak kuat harus menarik nafas dari hidung maka air akan masuk lewat hidung, dan itu rasanya sakit sekali. Tapi kalau harus menahan nafas pun tidak kuat. Tenggelam itu serba salah. Dalam hidup, seberapa sering kita lewati tiap fasenya dengan ketakutan yang seperti orang sedang tenggelam? Kesulitan bernafas sekaligus sesak jika menahan nafas. Yang dibutuhkan adalah ketenangan, khusyu, tuma'ninah. Itulah kenapa mungkin shalat dijadikan salah satu syarat untuk mendapatkan pertolongan Allah. Karena dalam kondisi di luar shalat, kita seringnya tergesa-gesa, panik, dan sangat reaktif terhadap masalah. Maka coba kita perhatikan tiap fase dalam shalat, memperbaikinya maka sebenarnya sedang memperbaiki hidup. Menyatakan ikrar: bahwa tidak ada yang lebih besar dari Allah. Mengucapkan janji bahwa shalat, hidup, mati, dan semua urusan yang dilakukan

Siapakah yang Paling Luar Biasa Imannya?

Pada suatu ketika, Rasulullah bertanya kepada para sahabat, "siapakah yg paling luar biasa imannya?" Para sahabat menjawab, "malaikat,ya Rasulullah." Balas Rasulullah, "sudah tentulah malaikat luar biasa imannya, kerana mereka sentiasa di sisi Allah." Seketika terdiam para sahabat, menjawab lagi, "para nabi,ya Rasulullah." Rasulullah berkata, "para nabi sudah tentu hebat imannya, kerana mereka menerima wahyu daripada Allah." Para sahabat mencuba lagi, "kalau begitu kamilah yang paling beriman." Jawab Rasulullah, "aku berada di tengah tengah kalian, sudah tentulah kalian orang yang paling beriman." Lalu, salah seorang sahabat berkata, "kalau begitu, Allah dan Rasul Nya sajalah yang mengetahui." Maka dengan nada perlahan, Rasulullah berkata, "Mereka adalah umat yang hidup selepas aku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan isinya. Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku, adala

Sibuk Dalam Kebaikan

Kau yang memilih, untuk mau berada di mana. Dalam kebaikan ataupun keburukan. Hidup yang kau jalani, berikut segala pernah-perniknya, bertugas menghalangimu untuk mencapai tujuan utama hidupmu. Dan kau... Lebih seringnya terpedaya lalu lalai dan lupa. Kau sering mencoba untuk kembali, tapi tidak bertahan lama. Apa yang salah denganmu? Apakah bayang-bayang akhirat dan segala hal tentangnya kurang membuatmu yakin untuk mempersiapkan bekalan untuk menujunya dengan sebaik mungkin? Apa yang salah denganmu? Apakah bayang-bayang dunia lebih menarik untuk kau ikuti detil per derilnya? Apakah hatimu sudah sedemikian lalai dan berpaling? Kalau kau baca Al-Qur'anmu dan kau temukan banyak berita tentang para munafik, orang-orang yang lalai dan berpaling, tapi kau masih saja tidak tergerak untuk berubah dan memperbaiki diri, dan dengan sombongnya kau berkata: mereka, itu tentang mereka. Aku sudah baik, aku sudah beriman, dan itu cukup. Padahal mungkin.... Mungkin berita tentang par

Just Focus On Allah: Hikmah Archery

Sesuatu apapun yang kau lakukan bisa bernilai ibadah, bagaimana caranya? Melakukannya dengan niat untuk Allah, agar membuatmu semakin mendekat padaNya. Apakah kegiatan yang kau lakukan sudah cukup mengantarkanmu pada hikmah-hikmah tersembunyi di dalamnya? Archery, mengajarkan bagaimana fokus kita sejak awal, di tengah sampai ke akhirnya adalah satu. Juga tentang mempersiapkan sebaik mungkin fisik dan ruh untuk mampu melesatkan anak panah sampai ke tujuan dengan sempurna dan tanpa salah sasaran. Mempersiapkan yang terbaik, untuk mendapatkan yang terbaik. Karena memang kita hanya mendapatkan apa yang kita usahakan. Berusaha dengan maksimal, lalu siap melesatkannya tanpa ragu. Bukan malah menggenggamnya erat. Ketakutan untuk melepas. Hikmah terbesarnya adalah belajar menyiapkan yang terbaik dan bersiap melepaskan yang sudah disiapkan tanpa ragu, dengan pasti. Mempersiapkan sambil terus mengarahkan pandangan pada tujuan. Seperti itulah seharusnya kita hidup sebagi hamba yang dici

Sebaris Nasehat Dari Buya Yahya

Ketulusan dalam persaudaraan bisa dilihat saat sepi. Yaitu saat saudaranya tidak ada di sisinya,  tapi dia mengingatnya lalu mendoakannya dalam diam. Karena mendoakan di hadapan orangnya ada kemungkinan niat menjilat. Tapi doa dalam diam, itulah tanda ketulusan. Semua perkumpulan, pada akhirnya akan saling bermusuhan,  kalau bukan berkumpul karena Allah. Semua persahabatan akan berubah jadi permusuhan pada akhirnya,  kalau bersahabatnya bukan karena taqwa pada Allah. -sekilas pesan yang saya dapatkan dan berkesan di hati dari pertemuan dengan Buya Yahya yang sore itu mungkin tidak sampai 30menit, tapi manfaatnya bisa tetap terasa dalam.

Agar Senyummu Bukan Senyum Palsu

Ada orang-orang yang bibirnya tersenyum.. Tapi jelas matanya menyiratkan kesedihan. Mendalam.. Yang sedang Allah berikan tahapan luka, yang sedang Allah mampirkan duka.. Semoga bisa semakin berkilau cahayanya. Menemukan makna disebalikan cerita yang kurang menyenangkan hati. Lalu menjadi ridha dengan segala ketetapan Allah yang memang sudah semestinya terjadi. Karena hidup memang begini. Dunia memang seperti ini. Maka jangan bersedih. Ini semua hanya senda gurau, hai hati. Dalam sekejap.. Mudah bagi Allah merubah setiap kondisi sekehendakNya. Maka.. Dekatilah Ia.. Sepenuh hati.. Maka.. Dekatilah Ia.. Serahkan diri.. Dan pada akhirnya.. Muncullah sebuah masa di mana sedih atau pun senang adalah sama rasanya. Karena ridha Allah lebih utama dan diutamakan di atas segalanya.. Jangan lupa tersenyum dan bahagia.. 😊

Review Film Bunda: Cinta Dua Kodi

Sejak kemarin mas ReZha Rendy kabarin kita diundang kang Rendy Saputra nonton Gala Premiere peluncuran perdana film Bunda 'Kisah Cinta Dua Kodi', sampai selesainya film, yang terngiang-ngiang cuma satu hal: "Film ini harus ditonton sebanyak mungkin orang!" Dan sebelum rasanya hilang ditelan keseharian bersama rutinitasnya, izinkan saya buat ngasih sedikit review dari film ini. Film ini cocok banget ditonton sama semua kalangan usia dengan berbagai latar belakang. Yang saat ini sedang mengalami kesulitan ekonomi bersama keluarga, tonton ini, kamu akan dapat tenaga untuk berikhtiar lebih maksimal lagi. Yang saat ini sedang berjuang menafkahi keluarga, tonton ini, kamu akan 'diajarkan' dengan indah melalui kisah di film ini, tentang bagaimana kamu terus berjuang membagi waktu antara bisnis dan keluarga. Yang saat ini sedang mengalami konflik antar suami-istri, tonton ini, kamu baper insyaallah dan pingin segera peluk pasangan kamu, berusaha memperbaiki yang

Agar Mimpimu Selaras Dengan Ingin-Nya

Sharing sedikit dari yang aku alami hari ini boleh ya. Semoga ada hikmah yang bisa dijaga melekat dalam hati, menjadi mahkota keimanan. Alhamdulillah hari ini Allah berikan kesempatan buat sharing sama adik-adik SMA se wilayah 3 Cirebon. Membahas tentang mimpi. Teringat dengan kisah di novel PPC yang aku tuliskan.. Kisah tentang mimpi-mimpi besar. Kisah tentang perjalanan mewujudkan sebuah mimpi besar. Mimpi yang semua bernafas keduniawian, sama sekali tidak meluaskan niat, ingin menjadi dokter agar terluhat keren. Ingin menjadi hafizhah quran dengan niat yang masih seadanya. Pada akhirnya perjalanan demi perjalanan mengarahkan aku pada sebuah kemurnian niat, mimpi yang jika dijaga terus ada, justru akan mengabadi, meski sudah ditinggal mati, tidak pupus dan tidak menjadi kesia-siaan yang ditutup dengan sebuah nisan di atas tanah basah. Mimpi-mimpi yang terus dihidupkan dan terus berusaha untuk digapai karena Allah, untuk Allah, dan dibersamai dengan Allah. MengajakNya dalam mewu

Bersepakat Dengan Rumi

Saat kamu melangkah, menjalani hari-harimu. Hari-hari yang sudah Allah pilihkan untuk kau jalani saat ini.. Bisa saja saat ini sedang melalui masa-masanya kelam, tapi kau akan melihat suatu masa, semua akan berputar, kau akan menemukan masa di mana cerah adalah bagianmu. Tugasmu adalah menjalaninya dengan sebaik mungkin. Memandang mendung dan kelam dengan senyum dan langkah positif yang terus dipelihara dalam dada. Pun dalam menjalani bagian cerahmu, menata hati, menyeimbangkan rasa, melatih rem agar tidak lantas bablas kufur nikmat. Semua hanya Allah pergilirkan, siang dipergilirkan dengan malam, tugas kita hanya taat kan? Menjalaninya dengan sebaik mungkin. Sebaik mungkin yang kita bisa lakukan. Syukur tebaik, baik sangka terbaik, dzikir terbaik, amal terbaik... Dan bukankah hanya itu yang ingin Allah lihat dari kita? "Ayyukum ahsanu 'amala?" Bukan paling baik di mata manusia.. Ah.. Mata manusia itu terbatas pandangannya. Sangaaaat terbatas. Jadi baik di mata si

Kalau Kau Sungguh-Sungguh

Kalau kau sedang sungguh-sungguh menuju Allah, mengaharapkanNya saja, menginginkan perjumpaan denganNya, maka shalat-shalatmu adalah shalat terbaik yang paling kau tunggu-tunggu waktunya. Karena kau tau dan paham shalat adalah saat kau  bertemu denganNya. Al-Qur'an akan kau dekap erat dengan dekapan terbaik, bacaan terbaik, hati terbaik, semangat terbaik, karena kau tau dan paham Al-Qur'an adalah kalamNya. Kalau sedang kehilangan rasa, coba cek lagi, dosa apa gerangan yang belum kau mohonkan ampun padaNya sehingga menjadi penghalang dirimu mendapatkan  kenikmatannya? Astaghfirullahal azhim... #selftalk # pagi

Ketika Al-Qur'an Menyentuh Hatimu

*Ketika Al Quran Menyentuh Hatimu* By @edgarhamas (disampaikan dalam Kajian Online One Day One Lembar -ODOL- yang dirintis oleh Alumni Alfa Centauri, Sabtu 17 Februari 2018) Mendiskusikan tentang Al Quran itu, mudah. Namun mengubah sudut pandang kita lebih jernih terhadap Al Quran, itu adalah sebuah pekerjaan yang besar. Sama-sama Al Quran, namun cara pandang pembacanya lah yang menentukan apakah ia dihargai, atau dijadikan properti penghias rumah saja. Itulah yang saya katakan kepada Mas Farras ketika diminta mengisi Kajian Online ini. Jujur, saya bukan orang yang bisa menjelaskan keutamaan-keutamaan para pembaca Al Quran dengan sederet dalil naqli dan hadits shahih. Sebab sudah banyak buku yang membahasnya. Saya ingin menjernikan sudut pandang kita, melemaskan sedikit sendi-sendi cara berpikir kita untuk melihat lebih nyata; Al Quran itu bukan sekadar bait-bait tulisan arab yang diterjemahkan. Ia, ada semesta di dalamnya. Ada peradaban di dalamnya. Ada manusia, bumi, dan waktu

Fokus Pada yang Positif

"Aku kayaknya ga bisa." "Itu kan susah." "Dia kan emang hebat, aku mah apalah..." Tidak menerima diri sendiri. Benci dengan diri sendiri. Tidak menghargai diri sendiri. Apa Allah menciptakanmu dan membiarkanmu begitu saja? Padahal Dia bilang, kau diciptakan sengan sempurna. Padahal Dia katakan, tidak ada yang tidak seimbang pada apa yang Dia ciptakan. Tapi kau juga harus ingat, tidak semua keinginanmu akan tercapai. Karena Dia lebih tau yang terbaik bagimu. Tapi kau juga harus ingat, bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Dan kau juga mesti paham, keajaiban hanya datang bagi dia yang 'bergerak' dan terus meningkatkannya. Seperti Hajar yang dalam keterbatasan terus berlari. Seperti Musa yang terus melaju kepada Raja yang Zhalim dalam serba ke-minus-an nya. Mereka contah yang selalu sadar bahwa bukan soal kurang atau tidaknya dirimu, bergerak adalah hal yang harus terus dilakukan. Dan mereka selalu punya yakin yang teguh, bahwa

Buat Kamu yang Malas Muroja'ah Qur'an

BUAT KAMU YANG MALAS MENGULANG HAFALAN QUR'AN Setiap kita terikat perjanjian sama Allah. Terikat perjanjian menjadi hambanya Allah. Yang Allah titipkan ayat-ayatNya, punya kewajiban untuk mengulang-ngulangnya, apa yang terjadi kalau ayat-ayat itu ga diulang? kepercayaan Allah pada orang yang sudah dititipi itu akan diambil lagi. Maka satu persatu ayat itu akan pamit pergi. Dan entah apa yang akan tersisa. Terasa sekali, rasa takut ga bisa mengulang hafalan quran dengan baik, menyebabkan mandeg berkepanjangan. Mau nambah ziyadah muroja'ah, bawaan was was dan takut, ujungnya malah jadi ga ngulang sama sekali. Dan, kalo itu udah terjadi, ga usah banyak nanya kenapa hati kamu seolah beban terus, seolah ga ada tenang-tenangnya. Kewajiban kamu cuma mengulang-ngulangnya sepenuh hati, sepenuh konsistensi. Bukan harus hafal. Tapi seringlah mengulang. Hafal akhirnya hanya soal apa Allah bisa kembali percaya padamu untuk dititipi ayatNya. Kelegaan hati kamu cuma ada di situ. Kamu tau

Potensi Untuk Tersesat

Kalau mau jujur sama diri sendiri... Kita ini berpotensi tersesat dan dimurkai Allah, karena kelakuan kita tiap detik di tiap harinya. Entah berupa prasangka buruk, yang mengundang dosa. Baik pada sesama atau pada Allah dan kejadian yang terjadi. Entah berupa rasa putus asa dari rahmat Allah. Entah berupa rasa sombong dan rasa lebih baik dari orang lain. Entah berupa rasa ingin selalu dilihat dan dipuji oleh orang lain. Surat Alfatihah jadi surat wajib yang dibaca ditiap raka'at shalat karena ada maksud didalamnya. Salah satunya adalah memelihara rasa butuh akan bimbingan dan pertolongan Allah agar tidak termasuk ke dalam golongan yang dimurkaiNya atau golongan orang yang tersesat. Memelihara rasa kita ini perlu terus sadar kita bisa saja termasuk ke dalam golongan yang dimurkai atau tersesat. Dan tidak lantas merasa paling benar sendiri dan menyalah-nyalahkan orang lain. Kecuali yang sudah jelas bertentangan dengan aqidah yang lurus. Memelihara doa untuk terus ditunjukkan

MENAKLUKKAN SYAHWAT DALAM BERIBADAH

Resume Kajian Ahad Pagi Ust. Deden Makhyaruddin @Masjid An-Nahl The Icon BSD MENAKLUKKAN SYAHWAT DALAM BERIBADAH Awal mulanya ibadah ada yang dilakukan karena syahwat, semakin lama akan semakin berat dirasa ibadah tersebut, karena syahwat akan hilang dan yang tersisa hanyalah keikhlasan jika ibadah terus dilanjutkan meski dalam kondiaii berat. Pada perang badar awal mulanya, ada yg berjihad karena syahwat, bersemangat karena ingin mendapatkan ghanimah. Tapi saat akhirnya kondisi mu'min terkepung, syahwat hilang, yang tersisa hanya ikhlas. Termasuk dalam menghafal Al-Qur'an. Awal mula mungkin akan ada syahwat yang bertandang, tapi setelah beberapa juz terlewat, akan mulai terasa beratnya, di saat berat itulah, syahwat hilang. Kita saksikan, di fase berat ini banyak yang mulanya semangat akhirnya berhenti dan menghilang... Maka... Teruslah bertahan, akan ada fase berat, hilangnya syahwat akan berganti dengan fase ikhlas dan berlanjut pada fase istiqomah. Sedikitkan bic

Baca Al-Qur'anmu

Kita butuh umat yang terhubung langsung dengan kata-kata Allah, janji Allah, janji yang tidak pernah ingkar. Ialah Al-Qur'an. Setiap dari kita harus berpegang kepada janji tersebut. Kita semua harus berusaha sendiri untuk memahami kitab Allah, bukan untuk tujuan lain, selain MENCARI NASIHAT ALLAH DAN MENEGUHKAN KEINGINAN, KEPUTUSAN, AGAR KITA BISA BERPEGANG PADA KEPUTUSAN YANG TEPAT DAN TIDAK MENJADI RAGU LAGI, TIDAK TERGELINCIR LAGI KE DALAM KEGELAPAN. -NAK, ICNA conference. Inti dari semuanya, BACALAH AL-QUR'AN! Agar kau dapati nasihat Tuhanmu untukmu. Dan.. Tidakkah kau rindu mendengar nasihat Tuhanmu untukmu? Jauh-jauh kau mencari nasihat terbaik untukmu dan hidupmu.. Lalu kau lupakan nasihat Allah yang terangkum lengkap di hadapanmu, enggan kau buka, enggan kau baca, enggan kau maknai.. Kalau sudah begitu, kau ini sebenarnya hambanya siapa,? Hamba Allah atau hamba dunia dan segala isinya ?

Dipinjam

Terkadang.. Kamu yang 'dipinjam' Allah untuk menjadi pelajaran bagi orang lain. Dan terkadang.. Orang lain yang Allah 'pinjam' untuk menjadi pelajaran bagimu.. Maka mintalah sama Allah, sebuah hati yang lembut dan pandai menangkap hikmah yang terselip dalam tiap tingkah laku, dalam tiap jeda waktu, dalam tiap tiap bisik qalbu... Semoga hati kita adalah hati yang semakin baik. Hati orang-orang yang selalu kembali pada Allah. Hati yang Allah bersihkan dari segala penyakit.. Aamiin . .

Kau Sakit, Maka Telan Obatmu

Mata yang sakit terkadang tidak mampu menangkap terang matahari, dan lidah yang sakit tak akan mampu merasakan lezatnya makanan. Kalau kau merasa Al-Qur'an itu pahit, telan saja, karena kau tengah sakit dan Al-Qur'an lah obatnya. Tiada obat yang manis. Sekiranya ada, maka akan tetap pahit, karena lidahnya. Benih bahagia itu, bagi yang sakit, datang dalam wujud yang tidak menyenangkan. Sayangnya, manusia itu sendiri yang sering kali menolak kebahagiaannya. -dikutip dari buku 'Rahasia Nikmatnya Menghafal Al-Qur'an karya ustadz Deden Makhyaruddin .

Jihadnya Penghafal Al-Qur'an

Kalau kau pikir menghafal Qur'an itu bisa dilakukan semua orang, kenapa tidak semua orang mau melakukannya? Kalau kau pikir menghafal Al-Qur'an itu 'cuma', kau tau tidak? Setiap mereka yang menghafalnya itu baru bisa menggenggam ayat Allah itu dalam memori hatinya saat dia sudah mampu mengalahkan dirinya sendiri. Semakin lancar hafalan Al-Qur'an seseorang, jangan lihat dari seberapa pintar atau cerdas orang tersebut. Karena nyatanya, bukan cerdas yang mampu membuatnya hafal, tapi karena Allah akhirnya meridhai kesungguhannya dalam menghafal Qur'an. Allah terima kesungguhannya mengalahkan nafsunya yang inginnya berlalai-lalai dan bersantai-santai dengan terus melantunkan muroja'ahnya tanpa lelah. Seseorang yang terus berjuang menjaga hafalan Qur'an nya, terus saja tak mau berhenti meski banyak sekali penghalangnya: kesulitan menghafal, tertukarnya ayat yang saling mirip dan menyerupai, lelah mengulang, merasa sudah cukup hafal_ Kira-

Day 5 - Menstimulus Matematika Logis Pada Anak

Gambar
Pulang sekolah kakak Zahrah istirahat dan makan siang. Lalu tidur sebentar. Baru jam dua, dia udah pakai seragam ngajinya. "Kakak mau ngapain? Kok pakai seragam ngaji? Kan ngaji masih lama. Satu jam lagi." tanya Umi. "Aku mau siap-siap. Biar ga terlambat." Rajin banget dia ya.. Selesai rapih, dede Raihan nangis minta diajak mainan. Umi punya tempat penyimpanan khusus uang logam. Keidean buat mainan pakai uang logam. Kakak Zahrah memisahkan uang sesuai dengan masing-masing nominalnya. Yang koin 100 digabungkan, yang 200, 500 dan 1000. Dede Raihan sibuk mengeluarkan dan masukkan koin ke dalam botol bekas air zam-zam lima liter yang Umi pakai untuk simpan uang koin.

Hangat

Jika tetiba hatimu dijalari perasaan hangat, bisa jadi itulah doa-doa yang dikirimkan oleh orang-orang yang tidak kita ketahui siapa. Seperti doa-doa yang kau lantunkan untuk orang-orang yang kau sayangi tanpa kau beritahukan kepada mereka. Hangat... Menjalari tiap-tiap sudut hati. Membuat perasaan menjadi tenang seketika. Membuat doa-doa kebaikan terlantun semakin deras lagi bagi semakin banyak lagi orang. Rasa yang seperti ini, Allah yang izinkan hadir di hatimu. Melumerkan buruk sangka yang kau bangun begitu tinggi. Meruntuhkan kekhawatiran yang tak ada ujung pangkalnya. Yang membaca tulisan ini, sejenak berhentilah, lantunkan doa-doa terbaik yang kau punya, dengan perasaan paling tulus, untuk orang-orang yang kau sayang... Doa baikmu, adalah ketenangan bagi hati-hati mereka .