Waktu-Waktu Kesabaran
Malam-malam di mana mata terjaga dan enggan terlelap, kukenali sebagai malam di mana hari-hari siangnya terasa begitu menekan.
Siang-siang di mana mata memilih untuk terpejam meski kegiatan menumpuk, kulenali sebagai siang di mana hari-hari malamnya dipenuhi kekhawatiran panjang.
Dan hari di mana aku mulai menulis, lagi, adalah hari saat beban mulai terasa begitu kewalahan mengganggu dari dalam.
Semua hal tak terduga, mengerikan, yang kembali terulang tapi beda cerita.
Janji di mana sedikit ketakutan, kehilangan dan kekurangan itu akan terjadi.
Kinilah saat di mana ia mewujud.
Kabar gembira.. kataNya. Bagi yang mau sabar atasnya.
Hai.. sabar.. bertahun aku berkenalan denganmu. Bahkan hingga kini aku seperti tak pernah mengenalimu.
Hai.. sabar.. tahun demi tahun berlalu. Aku masih enggan denganmu.. kurasa.
Hari-hari kesabaran masih terasa sakit…
Hari-hari kesabaran masih terasa sesak menakutkan…
Hari-hari kesabaran masih melunglaikan persendian…
Tapi.. hai.. sabar.. aku mau menapaki perkenalan denganmu lagi.
Tak mudah. Tapi aku mau.
Aku mau.
Segenap takut itu kuletakkan pada tempatnya.
Segenapan cemas itu kulepas pada tempatnya pula.
Sabar…
JanjiNya kau adalah kabar gembira..
izinkan aku percaya. Waktu-waktu kesabaran adalah kabar gembira yang menunggu kemudian.
Aku percaya sepenuhnya.
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah membaca blog ini dan bersedia meninggalkan jejak dalam komentar,semoga bermanfaat ya. ^_^