Maksud hati ingin ukhuwah dengan lawan jenis, tapi malah terjebak dalam pacaran. Tadinya pengen menjalin ukhuwah Islamiyah, tapi apa daya kecemplung jadi demenan. He..he.. jangan heran atuh, sebab hubungan dengan lawan jenis itu rentan banget disusupi oleh perasaan-perasaan lain yang getarannya lebih dahsyat. Apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin tambah menggigil karena vibrasinya kuat banget (apa hubungannya?)? Sobat muda muslim, sesama aktivis masjid atau organisasi kerohanian di sekolah dan kampus, selalu saja muncul hal-hal tak terduga. Cinta lokasi kerap mewarnai perjalanan hidup mereka. Iya dong, aktivis juga kan manusia. Wajar banget dong untuk merasakan hal-hal seperti itu. Apalagi mereka sama-sama sering bertemu. Bukankah pepatah Jawa mengatakan, witing tresno jalaran soko kulino sering jadi rujukan untuk menggambarkan perasaan itu? Ati-ati! Hmm… rasa cinta itu muncul karena seringnya bersama atau bertemu, begitu maksudnya? Yup, kamu cukup cerdas dalam masalah ini. ...
Pengumuman UN di sekolah..baru aja tanggal 16 kemarin..Dan yang menyedihkan itu..ada 7 orang teman aku yang ga' lulus..hiks..hiks.. Yang tegar ya kawaaaan!! Aku yakin..Allah punya rencana baik untuk kalian.. Ada seorang temen aku yang sangat2 pantang menyerah dalam hal belajar. Bahkan..pas lagi persiapan UN, saat semua orang tertidur..dia belajar..sedangkan aku baca novel (niatnya si refresh otak biar ga' jebol, seharian belajar terus..he..he..) Terus dia sholat lail..Aku yang hampir tertidur, mendengarnya terisak dan berd oa. .(Oh Allah...sedih sekali aku mendengar doanya...) Dan ternyata..hasil UN menyatakan dia tida k lulus...(makin berteriaklah hatiku!!) Saat aku mencoba untuk menghiburnya.. dia berkata. "Gue ga' knapa2 Broo..tenang aja..(sambil ngas ih senyuman tegarnya)" Bukannya dia yang nangis..malah aku ya ng nangis karena melihatnya berusaha tegar.. Di mataku dia namb ak bagai pahlawan Dan para bakwan pecundang hanya tersenyum sinis saat mereka ta...
(Refleksi tentang kasih sayang Allah di balik setiap perintah dan larangan-Nya) Hari ini Allah mengajarkanku sesuatu. Bukan lewat ayat yang kubaca, bukan pula dari ceramah atau buku yang kubuka—melainkan lewat keseharian sederhana bersama anak-anakku. Lewat satu peristiwa kecil di rumah, yang mungkin tampak sepele, tapi justru di sanalah Allah menyisipkan hikmah yang begitu dalam. 1. Sebuah Permainan yang Tak Biasa Sore itu, Raihan, anakku yang berusia sembilan tahun, sedang bermain dengan sebuah kardus besar. Ia tampak sangat antusias, seolah menemukan dunia baru dalam kardus itu. Tangannya memegang garpu besi, dan ia mulai menusuk-nusuk bagian permukaannya dengan semangat. Bagi anak-anak, mungkin itu hanyalah permainan yang seru. Tapi dari sudut pandangku sebagai seorang ibu, yang langsung bisa membayangkan segala risiko—itu berbahaya. Lebih-lebih lagi, adiknya yang baru dua tahun sedang memperhatikan dengan mata berbinar. Aku tahu sebentar lagi ia pasti akan meniru. Dan di situlah n...
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah membaca blog ini dan bersedia meninggalkan jejak dalam komentar,semoga bermanfaat ya. ^_^