Postingan

Tempat Pulangnya Hati

Gambar
Karena buatku tidak ada tempat yang yang senyaman masjid untuk tempat pulangnya hati yang lelah. Di sini aku menemukan hatiku kembali.

Memaknai Kehilangan

Kehilangan tidak pernah begitu mudah untuk dihadapi. Setiap kehilangan, apalagi pada sesatu yang teramat lekat, dekat dan dicintai, akan selalu menyisakan luka juga ruang hampa di dalam hati. Seperti ada yang tercerabut sedemikiannya. Tercabutnya sesuatu yang teramat melekat di hati itu sakit.. Semakin lekat semakin luar biasa sakitnya. Pada kehilangan demi kehilangan kita belajar menyandarkan hati pada pemilik sebenarnya. Maka kabar duka sesedih apapun akan menjadi aman bagi hati. Luka pasti akan tetap ada. Hampa kadang bisa mampir. Tapi pulihnya bisa lebih cepat. Karena tidak ada yang lebih menyakitkan dari kehilangan Allah dari hidup ini. Hati yang tak mengenalNya  Hati yang jauh dariNya Kemelekatan hati pada selainNya melebihi kadar kemelekatan yang mestinya utuh sempurna padaNya. Sedih itu manusiawi. Rasul SAW pun pernah berduka berlipat ganda pada tahun kesedihan. Saat dua orang tercintanya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Di waktu yang berdekatan. Mungkin kita har...

Jika Tak Bisa Menunggu, Baiklah!

Yang lucu dari dunia ini Adalah saat kau mau bertumbuh dan menyatakan siap bertumbuh, tetiba semua ujian dan aral melintang bertubi menyambut secara bersamaan dalam satu waktu. Tunggu.. tunggu.. tunggu.. Apakah tidak bisa lebih pelan-pelan lagi? Apakah tidak bisa lebih santai dari ini? Kenapa speednya secepat dan semengerikan ini? Lelah dalam perjalanan terkadang membuat ingin berhenti dan memilih pilihan lebih mudah: menyerah lalu berputus asa. Tapi keinginan untuk bertumbuh sedemikian serius. SANGAT SERIUS. Maka aku pilih jalan sulit lagi mendaki itu. Memilih bangkit meski lemah.  Memilih mengentaskan air mata lebih cepat dari biasanya. Lalu tersenyum dan berkata, "Ok..aku terima ini. Apa lagi kiranya yang akan Kau utus untuk datang menjadi pembentuk terbaik aku dan diriku ini?" Memilih jalur bangkit meski lemah itu tidak mudah tapi aku serius... Maka semoga aku akan bisa melewatinya sebaik mungkin. Tidak apa babak belur. Aku bahagia dengan perjuanganku. Luka ini baik untuk...

Sabar dengan Ketidaknyamanan

Suatu saat kita akan saat bertetimakasih pada semua ketidaknyamanan yang hadir. Darinya kkta belajar mengendalikan sikap. Darinya kita belajar tidak melewati batas. Darinya kita belajar menerima kebenaran. Darinya kita belajar bahwa kota ini selamanya adalah manusia yang bisa salah dan bisa lupa. Darinya kita belajar menyelaraskan sikap hati, sikap fisik dan apa yang keluar menjelma kata dari lisan. Darinya kita belajar bahwa begitu banyak jalan kebaikan, kita bisa memilih salah satunya. Darinya kita belajar bahwa kebenaran mutlak habya ada di sisi Allah. Darinya kita belajar merunduk dalam iman. Darinya kita belajar terus berbenah setiap saat. Darinya kita belajar bahwa berproses itu butuh waktu dan sabar. Tidak mungkin i.n.s.t.a.n. Darinya kita belajar bahwa kesenangan tak selamanya benar. Darinya kita belajar kesedihan tak selamanya salah. Darinya kita belajar kebahagiaan itu diikhtiarkan. Darinya kita belajar jangan takut bergerak melangkah. Darinya kita belajar, kita bisa salah da...

Mengeratkan Ikatan

Apa yang akan mampu membuat matamu kehilangan kantuknya padahal tubuhmu sudah sedemikian lelah? Bersama tubuh yang lelah apakah pikiran bisa tetap tenang lagi benderang? Pikiran yang begitu menumpuk bisa jadi akan menjadi sebabmu terjaga sampai dini hari lagi. Pagi bertemu pagi lagi dan matamu masih tidak juga rela untuk memejam. Apa yang sedemikian penting dan perlu untuk diperjuangkan sampai sedemikian? Dari mana energi yang seperti tidak berkesudahan? Dari mana kekuatan menerjang badai dan ombak yang sedemikian?   Ada yang menjawab:    Sebab aku sedang bermain dan menari dalam badai dan ombak ini. Maka buat apa aku merasa berat jika semua ini adalah permainan? Setiap kesulitan yang semakin mengikat erat adalah sebuah pertanda kenaikan pada level yang lebih tinggi. Dan pada level yang lebih tinggi, badai kan makin menari, maka menarilah bersamanya! Juga pada level yang semakin naik lagi, ombak kan makin berputar riang, maka berputarlah bersamanya dalam keriangan yang sa...

Angan, Mimpi, Perjuangan dan Surga

 Apakah nyaman bermain dalam angan? Ya.  Akan teramat nyaman. Anganmu yang tinggi. Mimpimu yang besar.  Selamanya akan jadi angan dan mimpi kalau kau tidak mau bergerak. Bergeraklah! Meski dalam kererbatasan. Berulang kali merasa, "Sepertinya aku ga bisa." "Sepertinya ini akan sulit." "Apa aku bisa?" "Apa aku mampu melewati kesulitan ini?" Apa yang masih kurang? Bisa jadi ikhtiar sudah sedemikian maksimal. Apa yang masih belum sempurna? Padahl mumgkin doa tak pernah kurang. Terus saja bergerak. Telan saja semua rasa ngeri itu. Lalui. Lewati. Pada akhirnya ini semua akan berlalu. Dan suatu saat kita akan mengenang perjuangan ini dengan... Dulu telah aku lakukan ini dan itu. Dulu telah aku perbiat ini dan itu. Hingga Allah izinkan aku merasakan ini di sini dan saat ini. Bukankah perjuangan itu sedemikian indah. Kita akan mengenangnya dengan membuka folder bahagia. Ternyata rupa folder bahagia itu terisi bukan hanya bahagia dan hal menyenangkan saja...

Tentang Mimpi-Mimpi Besar Itu

Soal mimpi-mimpi besar itu... Betapa banyak. Betapa besar. Melihat kondisi sendiri dengan apa yang ada saat ini terasa begitu jauh untuk dicapai. Tapi keinginan akan ketercapaian iti tetap ada dan selalu ada. Keterbatasan yang ada tidak boleh menghentikan langkah apalagi membuat trauma untuk bermimpi besar. Mu'min itu punya mimpi-mimpi besar dan senantiasa melangkah untuk bertumbuh dan meningkatkan kualitas. Ketercapaian harus dengan melibatkan Allah. Jangan sendiri. Karena sudah pasti tidak akan kuat. Semaksimal yang kita lakukan sudah pasti dan mesti. Karena tidak akan pernah ada kemuliaan baik dunia atau akhirat uang dicapai dengan bersantai-santai dan tidak mau berkorban. Lulus S1. Lanjut S2. Mau terus S3. Double degree S3. Hafizhoh sejati 30juz. Bisnis sukses. Rumah idaman. Haji furoda sekeluarga. Umroh sekeluarga. Bangun masjid. Bangun pesantren. Donatur maksimal Filistin. Bebas hutang.  Anak-anak kuliah di kampus bagus. Menemani mereka bermimpi besar juga. Bukankah mimpi bes...

Terus Bertumbuh Ya!

Terimakasih sudah mau berproses ya. Memang tidak nyaman. Tapi ujung kesemuan proses ini insyaaAllah indah. Rasa tidak nyaman itu baik. Tidur yang kurang itu baik. Persembahanmu yang tertatih itu baik. Menyingkirkan lelah itu baik. Saat istirahat sebenarnya itu nanti di tempat paling baik. Terus bertumbuh ya!

Terima Kasih Ya...

Kupikir aku yang sedang berusaha mengajar semampuku. Memperkenalkan keagunganMu ke dalam hati-hati anak muridku. Tapi rupanya justru Kau yang sedang mengajariku. Kau sedang semamin membesarkan dan mengagung namaMu di hatiku. Kupikir aku yang sedang berbagi kebaikan dan ilmu yang ada padaku kepada orang lain. Membagi rasa bahwa aku selalu bisa mengandalkanMu di setiap urusanku. Tapi rupanya, Kau yang meminjamku, meminjam lisanku, waktuku, aku dan semuaku untukMu. Untuk menjadi penyeru manjsia padaMu. Agar makin besarlah Engkau dan namaMu. Tidak ada ya Allah, sedetikpun... sekilas kisahpun... yang tidak ada peranMu. Di sana. Semuanya. Ada Kau dan ada campur tanganMu. Sempurna.  Terlalu sempurna. Terlalu detil. Terlalu tidak akan bisa dikalahkan apapun dan siapapun juga kapanmu dimanapun. Terimakasih.. untungnya Kau lah Tuhanku... karena Kau teramat sangat bisa diandalkan oleh setiap rupa kelemahan, kurang, salah dan alpa yang ada padaku. Terimakasih.. untungnya aku adalah hambaMu... ...

Dari Aku yang Enggan Menjauh dan Kalah

Apakah perjalanan membersamai Al-Qur'an terasa membosankan? Apa kiranya yang akan bisa membuat perjalanan ini menjadi lebih bermakna? Apa yang akan membuatmu selalu ingin kembali lagi dan lagi mempersamainya? Berbagai cara kita tempuh.. Berbagai langkah kita jalani... Demi persahabatan ini menjadi sejati. Bukan palsu. Bukan sementara Tapi nyata. Dan abadi... Pada sesuatu yang seluar biasa ini.. aku tidak mungkin menyerah. Pada sesuatu yang menjadi sebab kesuksesan dunia akhiratku ini... bagaimana mungkin aku mundur? Aku mau tetap di sini. Bertahan dengan berbagai cara. Menjadi bahagia dengan setiap perjumpaan Menjadi selalu jatuh cinta dan semakin cinta dengan setiap pertemuan dan langkah memahaminya lebih dalam. Menjadi satu dalam amal dan akhlak yang baik sebaik-baiknya .. Apa obsesi ini terlalu berlebihan? Dari aku yang mauu banget berjuang  Bismillah... Bisa! Kuat! Semangat!

Jangan Lupa Pulang Ya!

Hayooo... Gimana rasanya dunia? Enak ya? Pujian-pujian dan tatap-tatap mata penuh kagum itu, indah ya? Hayooo.. Himana rasanya dunia? Nikmat ya? Gemuruh tepuk tangan dan banyaknya pengikut itu, lezat ya? Hati-hati ya hati... Jangan tertipu. Yang tampak bersinar akan redup.  Yang tinggi dan besar akan hilang. Tak selamanya.. Yang tampak redup tidak akan bersinar. Juga tak selamanya.. Yang tampak tak berarti tidak akan menjadi tinggi dan besar. Benar kan sabda Nabi kita? Terkadang api dirasa air. Padahal sebaliknya. Terkadang air dirasa api. Padahal tak begitu. Berjalanlah, lihatlah sekitar! Tapi jangan lupa pulang. Pada tempat kembali hati yang sebenarnya. Agar tidak silau dan lupa mengemudi lagi menuju tujuan yang sebenar-benarnya.

Semoga Sabarmu Dalam Berproses Berbuah Indah Ya!

Berproses itu ga mudah. Kadang kita seperti ingin diam saja. Tidak ingin merasakan ketidaknyamanan. Tidak ingin merasakan kesulitan dalam proses itu.  Tapi... mau sampai kapan seperti itu?  Pada akhirnya hasil dari setiap proses yang ga nyaman itu kan untuk kita sendiri. Untuk hasil dunia ataupun hasil akhirat.. ga ada yang instan tetiba dapat yang indah dan membahagiakan tanpa ada usaha kan? Pastinya. Yuk semangat terus berproses setiap harinya. Perbaikan 1% tiap hari jauh lebih baik daripada ga ada perbaikan sama sekali. Semoga sabarmu dalam berproses berbuah indah ya.. semangat! Jangan lupa senyuuuuuum 😊

Semoga Kau Baik-Baik Saja

Kalau overthinking mulai mengambil alih dan membuat kecemasan semakin menjadi dalam hatimu. Mungkin kamu butuh diam sejenak berbincang dengan hatimu. Dia perlu kau sapa. "Hai, apa kau baik-baik saja?" "Benar kan? Terlalu banyak melihat leluar terkadang membuatmu lupa untuk bersyukur atas semua kebaikan yang ada pada dirimu." "Tidak apa, mungkin kau hanya perlu sejenak berhenti. Kau akan kembali mebaik. Semua ini memang harus terjadi. Untuk menjadi satu pembelajaran baru untukmu." "Bertahan ya hati.. pegangan yang erat ke Allah."

Yang Lebih Menarik Dari Dunia

Dunia memang sangat menarik untuk dikejar habis-habisan. Memang seperti itulah fitrahnya. Tapi yang menemukan kedamaian dan sesuatu yang lebih menarik dari dunia ini, tidak akan pernah rela menukar kedamaian dan ketenangan yang menelusupi hati dengan dunia itu.. Sebab ia lebih indah dari yang paling indah. Sebab ia yang paling pantas dikejar dan dipuja dengan sangat luar biasa. Bertahanlah! Genggam erat Al-Qur'anmu itu! Ia hidup dan matimu.

Terasa Tapi Tak Teraba

Saat hati kita lagi merasakan berbagai emosi yang tumpang tindih. Sedih. Marah. Khawatir. Takut. Kecewa. Berharap. Kita ke sana kemari mencari solusi. "Ah barangkali kalau aku lakukan ini, aku akan bisa lapang lagi hatinya." Kita berpikir begitu. Lalu mulai bergerak melangkah mencari solusi agar hati kembali sehat. Hilang segala emosi tak nyaman itu. Sekali waktu mungkin percikan emosinya hilang saat kita lakukan sebab-sebab yang bikin ia pudar. Tapi hati kembali goncang lagi dengan mudahnya. Kita mungkin terlupa bahwa qur'an yang lama kita tinggal dan tidak kita baca itu, ada di sanalah obat bagi segala emosi yang tumpang tindih tak karuan itu. Atau mungkin kita ingat, kita tahu bahwa itu obat, tapi enggan bersegera mengambilnya sebagai obat. Bacapun terasa berat. Apalagi berlama-lama dengannya. Tapi... saat kau mulai memutuskan hatimu harus kembali padanya. Langkah pertamamu mengambil mushaf itu.. bacaanmu. Waktu kebersamaanmu dengannya.. Itulah masa pengobatan yang sed...

Tertarik Dunia

Kenapa tarikan dunia terasa begitu menggiurkan untuk diraih? Apa yang ada padanya tampak berkilau dan membuat ingin mendapatkannya. Kenapa? Apa akhirat terasa seperti palsu dan hanya dongeng belaka? Apakah perbendaharaan dunia terasa lebih nikmat dari lenikmatan beramal untuk akhirat? Baik untuk meraih dunia atau untuk meraih akhirat, semua dilakukan saat di dunia ini. Iya kan? Apa yang akan membedakan? Penempatan tertinggi pada tahta hati. Bisa jadi yang dilakukan sama-sama sedang mengaji. Tapi yang satu hanya dapat dunia. Dan yang satu efeknya bertahan sampai akhirat. Jangka panjang! Bisa jadi yang dilakukan sama-sama bekerja mencari nafkah. Tapi yang satu tunai mendapat balasannya di dunia dengan perolehan yang banyak. Dan yang satunya bisa jadi dapat dunia dan akhiratnya.  Apa mungkin ada yang hanya dapat akhiratnya dari ikhtiar maksimal yang dilakukan?  Tidak ada sama sekali kembalian dunianya.  Ada.  Lalu bagaimana cara dapat dua-duanya?  Maka doa sapu jag...

Sebuah Doa Sungguh-Sungguh yang diJawab Kilat

Kemarin aku berdoa. Ditengah-tengah waktu aku memuroja'ah hafalan qur'an yang rutin aku jadwalkan hariannya. Yang meski sedang sebegitu lelah pun harus tetap dilaksanakan.  Aku berdoa: "Ya Allah, berikan aku rahmatMu dari Al-Qur'an yang sedang aku baca ini. Yang aku baca dalam kondisi lapang dan sempitku. Yang aku baca saat senang dan sedihku. Yang aku begitu harapkan syafaat dari kalamMu ini di dunia dan akhiratku. Tolong aku ya Allah. Hadirkan ketenangan. Pahamkan ayatMu. Bicaralah padaku dan buat aku paham atasnya." "Aku yang seperti ini sudah mati-matian jatuh bangun membersamai qur'an. Meski kuakui levih sering jatuhnya daripada bangunnya. Tapi jauh di dalam hatiku betapa ingin aku merasakan peningkatan kualitas diri dari berbagai hal dalam diriku dan hidupku, juga bagi semua orang yang berinteraksi denganku. Maka aku terus menerus memaksa diriku berdekatan dengan sumber segala ilmu ini. KalamMu Mukjizat akhir zaman ini. Tolong aku, syafa'ati aku...

Itulah Hidup: Memang Harus Seperti Ini

Tidak semua hal harus berjalan mulus sesuai yang kita harapkan. Terkadang sesuatu harus terjadi dan membuat kita bersedih. Di lain waktu boleh jadi sesuatu terjadi dan membuat kita marah. Tidak semua hal harus berjalan datar dan mudah. Ada banyak hal yang terjadi. Naik dan turun. Tinggi dan rendah. Bahagia dan sedih. Tenang dan marah.  Semua sebab detak jantuk yang sehat memiliki irama yang kadang naik dan kadang turun.  Sekali waktu dia tinggi. Dan di waktu lain dia rendah. Sebab jika datar, berarti jantung itu mati. Tidak ada lagi kehidupan. Nikmati saja. Kalau saatnya sedih ya menangislah. Tapi jangan lama-lama. Senyum lagi. Sebab yang baik jauh lebih banyak dari yang buruk. Iya kan? Nikmati saja. Kalau saatnya marah ya marah lah. Tapi jangan lama-lama. Maafkan lagi. Sebab memendam marah terlalu lama akan membuat kita sakit lebih lama. Tidak mau kan? Sebuah kesadaran bahwa semua ini memang harus terjadi, akan mengantarkan kita pada sebuah penerimaan.  Ya, tidak apa. Se...

Jadi Istri yang Bahagia

Mengorbankan keinginan pribadi sebab ingin taat suami.  Mengorbankan lehilangan kenyamanan diri dalam mengurus anak-anak dan keluarga. Aku pernah dengar entah dari mana sumbernya, bahwa dalam berumah tangga setiap yang ada di dalamnya tidak boleh ada yang merasa telah berkorban. Semuanya harus menjalani peran masong-masing dengan dada lapang dan bahagia tanpe merasa telah berkorban.  Agar tidak ada anggapan, "Aku tuh sudah berkorban lebih banyak dari kamu untuk keluarga ini. Tolong dong aku dihargai!" Baru membayangkan mendengar kalimat begitu aja pasti rasanya sudah sangat jengah dan ga nyaman ya. Baik..mari kita uraikan satu demi satu. Peranan kita masing-masing entah sebagai apapun dalam ruang lingkup sebuah rumah tangga pasti sudah satu paket lengkap dengan hak beserta juga kewajibannya. Sebelum mengubah semua hal dan semua orang di luar diri kita, pertama dan paling utama, mari cek apa yang ada dalam peranan kita. Adakah kewajiban yang belum tertunaikan? Adakah kewajiban...

Kau dan Hanya Kau

Juni berlalu dan hampir sampai lagi ke akhirnya. Juni yang penuh dengan kenangan. Hubungan yang terbangun antara aku dan Tuhanku. Percakapan batin yang masih saja riuh. Ego yang terkadang mencuat dan enggan diredam.  Bagiku Juni adalah penempaan hati. Ditempatkan pada satu kondisi dan tempat yang sama, dengan yang sebenarnya paling ingin aku hindari.  Sebab hatiku masih patah patah menjalani dan berusaha memahami dalam sunyi senyap di kedalaman yang tertular hingar bingar di luar. Aku tidak terbiasa dengan ini. Tapi hampir sebulanan ini aku dipaksa untuk terbiasa. Riuh di hatiku saat berusaha memahami masih saja. Aku berusaha menatanya dalam tataan terbaik.  Seperti biasanya. Saat sebelumnya aku dengan mudah menepi dan menghilang sejenak dari yang paling ingin aku hindari. Dan berusaha menatanya dalam tataan dengan cara seperti biasa rupanya tidak selalu berhasil. Sebab dalam kondisi yang sedemikian berbeda, belum juga paten kutemukan caranya. Kadang berhasil. Tapi sering...