Postingan

Terkadang, Terlihat Seperti Kebetulan Beruntun..

Gambar
Pagi ini,  dibuat menderas tangis karena Allah gerakkan jemari ini, membuka sebuah artikel yang bermanfaat. Ini sebagian kutipannya.. >>Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta. Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan da...

Tahanan

Gambar
Kau izinkan orang lain mengobrak-abrik ketenangan hatimu. Kau berikan komentar negatif atas setiap peristiwa. Kau benci semua hal yang tak sesuai dengan inginmu. Kau biarkan nyinyir dalam hatimu semakin membara. Memang apa yang kau inginkan? Kau kerdilkan caramu merasa, caramu berpikir pun caramu memakna. Ingin kau simpan gerammu dalam sekam, mematikannya. Padahal kau beri ia ruang untuk membesar sesukanya. Meledak di waktu yang tak pernah kau kira-kira. Jiwa.. Jiwa.. Jiwa.. Hai kau jiwa….. Aku tanya Kau mau apa? Berhenti Menyakiti diri Kau pantas bahagia Kau pantas lega -dan dalam diam aku akan menjadi seseorang yang berteriak paling nyaring. Benci, enyahlah kau dariku. Kalut, aku enggan bermain lagi denganmu. Marah, bisakah kau berdamai denganku? Menerima setiap keadaan meski buntu. Kau tahan Lalu kau menjadi tertahan Kau mampu menahan Tapi dalam jeritan Jiwa.. Jiwa.. Jiwa.. Hai kau jiwa… Kini, belajarlah Aku pernah mengenalmu dalam sosok yang ...

Kau Apakan Generasi Setelahmu?

Gambar
Adalah hak mereka, anak-anakmu, generasi setelahmu, mendapatkan pendidikan terbaik dari tangan-tanganmu sendiri. Apakah kau tidak takut meninggalkan mereka dalam keadaan lemah? Tanpa kemampuan,  tanpa kekuatan,  bahkan tanpa menyadari kebutuhannya akan hal yang jauh lebih penting dari nafas, ia bernama KEIMANAN. {وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا} "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." QS. AnNisa:9 Apa yang sudah kau tinggalkan untuk generasi setelahmu? Apakah sudah kau tinggalkan jejak-jejak teladan berupa taqwa dalam hati-hati mereka? Jangan buat generasi setelahmu seperti anak yang kehilangan induk. Tidak mengerti mengapa mer...

Mengertilah

Gambar
"Janganlah engkau putus asa karena tertundanya pemberian, padahal engkau telah mengulang-ulang do'a. Allaah menjamin pengabulan do'a sesuai dengan apa yang Dia pilih untukmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri. Dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan." -Ibnu Athaillah- Dan lagi, kita belajar untuk terus berprasangka baik kepada-Nya. Bahwa tertundanya harap dan pinta, bukanlah bentuk pengabaian atas tiap butir do'a. Ada hal di luar nalar kita, yang tengah Dia persiapkan dan kelak kado terindah itu Dia berikan. Hingga tiba hari dimana kitapun akan berkata, "Alhamdulillaah. Yaa Robb, begitu indah skenario yang Engkau goreskan dalam kanvas hidupku." -dari broadcast massage BBM yang kudapat siang ini. Kau seharusnya sudah memahami. Hakikat sebenarnya dari doa. Jawabannya akan selalu sesuai inginNya, bukan inginmu. Kau bilang kau percaya, tapi kau baru setengah percaya. Belum mampu menyerahkan kepercayaanmu sep...

Tentang -Kebaikan Sang Waktu dan Kebahagiaan-

Gambar
Mungkin akan ada iri kala melihat sikap sang waktu Berbaik hati pada sebagian Dan tidak kepada sebagian lainnya Mungkin akan terbersit kata seandainya.. Setiap melihat bahagia Kadang mampir pada sebagian Dan tidak kepada sebagian lainnya Sempitlah hati jika menilai begitu Membatasi kebaikan waktu hanya pada kutip kata 'bahagia' Pun menggarisi kata bahagia hanya pada kata 'seandainya' Hanya puas menilai dari yang tersurat lupa pada segala yang tersirat Tentang -Kebaikan sang waktu dan kebahagiaan- Menatap dengan lekat Menarik makna tak sekedar yang tampak Mestinya kau tahu: Kau juga memilikinya Dalam putaran detikmu kini Kau hanya perlu menyadari Dia selalu bersamamu Tapi.. Kau jangan tutup matamu

Book Review: BE a GREAT MUSLIMAH Syar'i, Berprestasi Menginspirasi

Gambar
Judul buku         : BE a GREAT MUSLIMAH Syar'i, Berprestasi, Menginspirasi Penulis               : Febrianti Almeera Penerbit             : Penerbit Mizania PT Mizan Pustaka Cetakan             :Cetakan I, Februari 2013 / Rabi' Al-Awwal 1434 H Jumlah hlm        : 189 hal + 1 keping CD berisi 4 lagu yang dinyanyikan oleh penulis buku ini Jumlah bab        : 5 Bab Ok bismillah. malam ini saya mau tulis review saya tentang sebuah buku yang pas banget ngena di hati saya. Saat baca buku ini berulang kali di kepala saya muncul kata demi kata ini; "Yap! tepat!" "Relevan!" Saya baca buku ini sambil setel VCDnya di laptop saya.  Dan air mata saya ga berhenti mengalir saat saya dengar lagu-lagu di dalam songbook ini. Sangat mengena di hati. Saya pribadi memang bukan muslimah hijrah. Sejak kecil saya sudah berada di da...

Lombok

Perjalanan… selalu punya makna lebih dari sekedar keberangkatan lalu kembali pulang. Tapi makna di dalamnya. Ikatan-ikatan persaudaran yang terjalin juga simpul-simpul noda hati yang terurai. Aku selalu suka perjalanan. Perjalanan kali ini membawaku melangkah menuju Indonesia bagian tengah: Lombok. Pulau Seribu Masjid. Perbedaan waktu satu jam lebih cepat dari tempat tinggalku di bagian barat  Indonesia. Dari awal keberangkatan, aku sudah terkagum dengan lautan awan yang meluas di luar jendela Lion yang membawaku terbang. Luas, tenang, putih. Aku semakin menyadari, dari atas, semakin atas, semua semakin terlihat kecil. Rupanya begini langit luas yang selalu aku pandangi dari bawah sana saat aku sedang berusaha meluaskan hati, menganggap luasnya hatiku seperti luasnya langit. Dari dekat pun langit dan gumpalan awan beraraknya tetap terlihat indah. Dari jauh saja menatapnya sudah menggetarkan hati, dan ternyata menatapnya lebih dekat, jauh lebih indah lagi. Siang itu, di dalam ...

Tanjung Pinang dan Putri Cahaya

Gambar
Ini tepat hari ke-7 ku di pulau orang. Jauh dari pulau Jawa. Bukan untuk melancong. Tapi untuk terus melangkah maju. Memperbaiki diri. Menjadi manfaat. Memnghasilkan karya. Memberdayakan potensi. Dan berusah terus menjadi hamba yang mencintai dan dicintai oleh Allah. Tanjung Pinang. Ini nama kota yang kusinggahi dan akan aku tinggali dalam waktu yang tidak sebentar. Keputusan besar yang awal mulanya,  mungkin aku putuskan karena berbagai tekanan kehidupan yang aku rasakan. Tapi,  rupa-rupa tekanan hidup memang tak akan pernah tak sesuai dengan yang kita butuhkan, karena kesemuaannya tak luput dari perencanaan Allah yang telah mengaturnya sedemikian sempurna. Mungkin memang tekanan demi tekanan itu dihadirkan agar aku melambung melewati awan meski dengan mata basah dan dada resah agar sampai di tempat kuberpijak saat ini. Tidak ada yang kebetulan. Itu yang selalu aku yakini. Pun keberadaanku yang saat ini berkilo-kilo meter jauhnya dari keluarga sedarahku. Aku tak pernah meny...

SoundCloud: Bangkit dan Kekuatan Hati

Listen to Bangkit dan Kekuatan Hati by Nusaibah Az Zahra #np on #SoundCloud  dengar di sini Kau tau rasanya bangkit lagi sesudah terjatuh? Buat kau yang pernah merasakan pasti tahu persis rasanya. Sesudah kau porak-poranda. Sesudah kau tak tahu harus kemana bertumpu dengan: tangan lemah, kaki patah, mata tumpah, otak gemuruh,  tubuh lantak, dada sesak, sakit di setiap gerak. Menyusun kembali serpihan tentang "Kau punya kesempatan." Mengumpulkan lagi puing-puing bahwa "Setiap kau tak berhenti, kau masih bisa" Membangun ulang reruntuhan kepercayaan pada diri, pada orang lain, pada keyakinan, dan terutama pada Penggenggam Jiwa… Tak semudah yang kau pikirkan. Sungguh. Tapi kobaran api yang hampir padam, tertinggal setitik dalam bara yang perlu dikipasi agar kembali menyala. Aku masih ingin bangkit, meski tidak mudah. Aku hanya butuh angin. Ya,  angin… Agar bara hitam yang tersisa, dengan setitik nyala merah itu kembali menyala dengan keberad...

SoundCloud "Kontemplasi: Kita dan Gerhana"

Listen to Kontemplasi: Kita dan Gerhana by Nusaibah Az Zahra #np on #SoundCloud  dengar di sini Tulisan ini,  akhirnya dibuat juga soundcloudnya. Iseng awalnya. Tapi semoga bermanfaat ya… "Ibarat matahari dan bulan. Kerinduan mempertemukan keduanya dalam baris yang sama. Menghitamlah sejenak angkasa… Jika pertemuan karena kerinduan itu dilanjutkan, mungkin gelap akan bertahan lebih lama. Jika keduanya enggan beredar lagi, nyaman dengan pertemuannya, mungkin akan binasalah alam semesta. Tapi lihatlah… Ketaatan keduanya pada Allah Sang Maha Pengatur, membuat keberlangsungan sistem di alam semesta terus berlanjut. Meski mungkin, keduanya akan butuh waktu lama lagi untuk berjumpa kembali pada jarak sedekat itu. Tapi ketaatan pada Allah haruslah diatas segalanya. Meredam segala ego. Mari belajar pada ketaatan mereka."

SAAT KAU INGIN, APA YANG SUDAH KAU BERI?

Apa yang kau inginkan? Saat kau sudah tau apa yang kau inginkan apa kau siap menjalaninya dengan menerima segala resiko serta ujiannya? Permintaanmu teramat besar: memohon yang terbaik di dunia dan akhirat, meminta pengampuan atas dosa,  bahkan sampai meminta surga. Memohon mencinta dan dicinta olehNya.. Sudahkah setimpal apa yang kau mintakan dengan apa yang kau berikan padaNya? Memang benar Dia tak butuh diberi,  tapi,  seserius apa kau dengan keinginanmu dan permintaanmu? Memohon sebuah hati yang lembut dan suci, menjadi bejana bumiNya. Menjadi lewatan hantaran kebaikanNya bagi sebanyak mungkin manusia.. Apa sudah setimpal apa yang kau mintakan dengan apa yang kau berikan? Seserius apa kau memintanya? Dalam amal yang masih seadanya,  kau meminta lebih? Dalam niatan yang masih rendah,  kau meminta lebih? Dalam keseriusan yang masih sebatas kata,  kau meminta lebih? Lakukanlah lebih untuk mendapatkan lebih,  jika memang itu yang kau mau. Per...

Menyusun, Mengumpulkan, Membangun dan Kekuatan Hati

Kau tau rasanya bangkit lagi sesudah terjatuh? Buat kau yang pernah merasakan pasti tahu persis rasanya. Sesudah kau porak-poranda. Sesudah kau tak tahu harus kemana bertumpu dengan: tangan lemah, kaki patah, mata tumpah, otak gemuruh,  tubuh lantak, dada sesak, sakit di setiap gerak. Menyusun kembali serpihan tentang "Kau punya kesempatan." Mengumpulkan lagi puing-puing bahwa "Setiap kau tak berhenti, kau masih bisa" Membangun ulang reruntuhan kepercayaan pada diri, pada orang lain, pada keyakinan, dan terutama pada Penggenggam Jiwa… Tak semudah yang kau pikirkan. Sungguh. Tapi kobaran api yang hampir padam, tertinggal setitik dalam bara yang perlu dikipasi agar kembali menyala. Aku masih ingin bangkit, meski tidak mudah. Aku hanya butuh angin. Ya,  angin… Agar bara hitam yang tersisa, dengan setitik nyala merah itu kembali menyala dengan keberadaannya. Tapi di dalam sini gelap. Pengap. Bernafas pun sulit. Ke mana mencari angin? Yang dulu dengan san...

Aku dan Menulis

Sebenarnya hari ini ada yang sangat lucu (menurutku). Bertahun-tahun aku menulis dengan sangat lancarnya dan tanpa memikirkan apapun. Memangnya apa yang harus dipikirkan saat menulis? Ah, aku ini semakin sadar bahwa aku memang seorang pemikir, dan lebih detailnya lagi, aku adalah seorang pemikir yang rumit. Sekarang ini, di sini, izinkan aku membagikan kisahku dan dunia kepenulisan. Awal mula aku tertarik dengan dunia kepenulisan itu entah sejak kapan pastinya. Yang aku ingat, aku mulai rajin menulis diary dengan tulisan yang awalnya super cupu adalah sejak aku di sekolah menengah. Benar-benar tok hanya untuk menuliskan perasaan, kejadian sehari-hari dan hal-hal yang menurutku menarik untuk dituliskan dalam buku diaryku. Hanya untuk konsumsi pribadi pastinya. Manalah pernah aku akan membiarkan temanku membaca apa pun dari dalam buku diaryku, meski hanya sekedar mengintip saat aku sedang menulis? Aku tidak pernah merasa diriku hebat dalam dunia tulis menulis. Menulis pun tanpa mendap...

Biarkan Hari-Hari Bertingkah Semaunya

Gambar

Cinta Tidak Pernah Salah Alamat

Tadi aku membatin. Apa kiranya doa seorang Yusuf AS yang digoda oleh seorang gadis yang begitu menawan. Mengajaknya memadu kasih, mengejarnya lalu membujuknya habis-habisan. Memang benar, dalam kondisi seperti itu, hanya taqwa yang akan mampu menjadi penjaga utama. Mungkin ada lesakan gairah dalam dada Yusuf AS, tapi dia benar lebih cinta pada Rabb-nya. Mungkin ada sentakan ingin dalam dada Yusuf AS, tapi dia benar lebih memilih Rabb-nya. Atas segala kesulitan dan nestapa yang pernah dia terima sebelumnya, mungkin mudah saja baginya mengiyakan ajakan seorang gadis jelita nan berkuasa. Tapi dia menolak segala kenikmatan sesaat untuk kenikmatan yang lebih abadi pada akhirnya. --- Bagaimana kusampaikan padamu bahwa cinta tidak akan pernah datang salah alamat. Tidak akan pernah. Mungkin kita pernah mencela kehadiran sang rasa, menolaknya ada, karena kita berpikir untuk apa ia ada jika kehadirannya malah menjadi beban tanpa guna? Mungkin kita juga pernah menyan...

Jika Istrimu Seorang Penghafal Qur'an

Jika Istrimu Seorang Penghafal Qur'an Mungkin dia tidak bertitel sarjana. Tidak merasakan jenjang perkuliahan ilmu pengetahuan dunia.. Tapi al-qur'an yang dia putuskan untuk mencintainya dengan seluruh jiwa raganya itu 'memaksanya' harus menjaga tiap detil hurufnya. Hukum-hukum bacaannya.. Semuanya… tanpa melupakannya sedikitpun.. Dan kau yang memilihnya menjadi istrimu harus tahu ini,  cinta dalam hatinya telah lebih dulu diambil oleh Pemilik ayat demi ayat itu.. Jangan sampai kau memaksanya mencintaimu melebihi kecintaannya kepada Pemilik kalam-kalam suci itu. Kau tidak harus cemburu. Karena kecintaannya pada Pemilik kalam-kalam suci itu,  membuatnya harus mencintaimu dan mentaatimu tanpa bantahan. Kecuali pada hal-hal yang tidak disukai oleh Pemilik kalam-kalam suci yang dijaganya. Mengabdi sepenuh cinta, yang energinya didapat dari Sumber Segala Cinta. Kau tidak harus merasa diduakan. Karena kecintaannya pada Pemilik kalam-kalam suci itu,  mewajibkannya me...

Terjatuh Untuk Terpantul Lebih Tinggi

Gambar

Mengikat Makna di Curug Panjang

Bismillah... Mengganti riuh kendaraan dan kemacetan juga panasnya ibu kota, dengan semilir angin yang menelusup celah-celah baju, memaksa untuk merapatkan dan mengencangkan jaket, sejuk. Itu kesan pertama saat mobil yang kutumpangi sampai di sebuah vila kawasan Megamendung, Bogor. Hari itu tepat tertanggal 1 November 2014. Komunitas yang kugiati mengadakan sebuah pertemuan dengan nama ELITE LEADERS SUPER CAMP SejutaSEFTer. Pertemuan ini bersyarat. Hanya untuk anggota komunitas yang sudah qualified untuk mengikutinya. Awalnya kupikir pertemuan ini akan sama saja dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. 'hanya' mengulang penyampaian yang sama. Tapi rupanya dua hari acara merubah segala pikiran awalku itu. Banyak sekali manfaat yang aku rasakan dalam pertemuan luar biasa itu. Aku akan menuliskan hal-hal apa saja yang membuatku terkesan di dua hari acara kemarin. Mendokumentasikannya dalam kata, agar pelajaran-pelajaran baiknya dapat juga dirasakan oleh orang yang membaca...

Katamu

Sabtu, 1 November 2014 Triliunan detik membawaku berdiri dalam nafas yang masih Allah titipkan padaku pada detik kutuliskan goresan kata ini… goresan yag mewakili segala renungan diri… Aku berdiam di sini, kawan. Tapi kata-kata yang meluncur tulus dari lisanmu yang kuyakini bekerja sama dengan bisik hatimu, telah membawaku mengawang jauh meninggalkan tempatku berdiri saat ini. Kau membawaku ke pinggiran pantai saat senja hari, merasakan semilir angin laut yang menerpa wajahku. Merasakan bulir-bulir pasir di telapak kakiku. Sambil menyimak tiap katamu. Kau membawaku menelusup jauh ke dalam lembaran hidupku sendiri, jauh lebih dalam dari yang terlihat selama ini. Aku menemukan kerlipan cahaya indah di dalam setiap kata yang terlontar darimu. Bahwa aku, kita, adalah anugerah luar biasa yang telah Allah berikan titipan selembar nyawa. Hanya sesadarnya, kita sediri yang menutupi keindahannya lewat segala kelalaian kita. Aduhai… Kelalaian… Kelalaian… Kelalaian… Saat ka...

Tentang Penebar Keberkahan

apapun yang kau tampakkan, hatimu akan berbicara lebih keras dari kesemuaan itu. Becarefull of what you feel, it'll show who you are. :) Alhamdulillah, so much thanks to Allah. Yan menggerakkan langkah kaki, gerak hati, kepada kebaikan. Sudah bersyukur atas nikmat kebaikan yang begitu banyak kita terima tiap detiknya? Bersyukurlah! Karena kita sungguh tidak akan pernah bisa menghitungnya. Kemarin, dalam perjalananku sepulang mengajar tahfizh qur'an. Tetiba gerak hati, entah mengapa, terarah untuk memenuhi sebuah undangan dari komunitas Penebar Keberkahan (PeKa) www.penebarkeberkahan.com yang mengadakan sebuah pertemuan bernama Sharing Keberkahan Super. Dan akhirnya aku putuskan untuk menghadirinya. Sepanjang pertemuan, mendengar materi 3 Pilars Power yang disampaikan oleh guru Sonny Sanndy. Aku membatin; subhanallah, rupanya Allah menggerakkanku ke sini karena mau aku mendengar materi luar biasa ini. Beliau mengawali materinya dengan sebuah kisah. "Ternyata metode...