Postingan

Merasa Terhina dengan Pencapaian Orang Lain?

Kita sudah sering dengar soal tiap orang itu punya milestone masing-masing. Kita tidak bisa membandingkan diri kita dengan siapapun selain diri kita sendiri. Karena waktu dan jarak tempuhnya sudah beda bahkan sejak awal lahirnya kita ke dunia. Dari segi apapun, previledge , harta, paras, pendidikan, orang tua, tahta dan semuanya. Jadi berhentilah merasa terhinakan dengan pencapaian yang ada pada orang lain. Pencapaian orang lain dalam hal apapun itu, bukan berarti membuatmu menjadi sampah. Kau amat sangat beruntung menjadi kamu dengan segala hal yang ada padamu. Coba lihat lagi lebih dekat, lebih dalam, rasakan. Benar kan? Ya, kau diliputi berbagai karunia. Kau luar biasa! Dan kau istimewa! Tidak ada yang bisa jadi seperti kamu. Authentic, itulah kamu. Kamu akan semakin bertumbuh, saat kau kendalikan dirimu bertahan dalam perbaikan yang seringnya terasa begitu membosankan. Bersabarlah dalam prosesnya! Kamu mulai syukurmu pada semua yang ada di dirimu sekarang, lihat bagaimana kamu akan...

Nikmat Yang Tak Bisa Ditukar

Aku menemukan hatiku ada pada shalat yang khusyu, ada pula pada bacaan Quran yang aku pahami maknanya. Aku mengikatnya menjadi tulisan agar jika suatu saat aku kehilangan hatiku, aku bisa menemukannya ada di tulisan ini dan bisa mengembalikannya lagi. Agar ia hidup. Nikmat tak terbeli dan tak terhingga yang Allah berikan bagi muslim, adalah nikmat keberimbangan. Saat Allah izinkan aku jadi salah satunya yang merasakan manisnya iman, aku berharap semoga jangan pernah lagi Ia mencabutnya dariku. Terimakasih ya Allah. Pembelajar yang tak kunjung pintar itu aku. Maka aku akan terus ada di sini untuk belajar lebih banyak lagi. Karuniakan padaku pemahaman atas ilmu ya Allah. Agar mudah aku mengamalkannya tanpa terbata-bata lagi.

Sebelum Tidur, Malam Ini

Aku menulis ini di sebelum waktu tidur malamku, aku pernah dan selalu bertekad untuk semakin membaik lahir dan batinku. Dengan melakukan berbagai sebabnya. Membaca Al-Qur'an dan berusaha memahaminya, membuka wawasanku  dengan memperbanyak baca buku dalam rangka belajar dan mengokohkan iman. Ada banyak sekali hawa nafsu yang aku tekan, nafsu bermalasan, nafsu mageran, nafsu ingin menyalah-nyalahkan, nafsu ingin putus asa, dan berbagai nafsu lainnya.  Aku akan selalu baik-baik saja dalam perjuangan ini. Aku akui ini memang tidak mudah. Peperangan ini adalah peperangan yang aku lakukan setiap detiknya. Aku berharap dibimbing untuk bisa selalu menang. Dan semoga akulah pemenangnya sampai akhir nanti. Ada berbagai macam kekhawatiran tentu saja, tapi imanku seolah berbisik, "Kau sudah benar, kau sudah tepat ada di jalan ini dan memilih ini, dan kekhawatiranmu akan sirna juga rasa takutmu. Tenanglah, kau ada di dalam pengaturan Sang Maha Terbaik!" Salah, lupa, lalai, jatuh, kese...

Getaran Sepotong Hatiku di ayat ke 52 dan 53 Surat Al-A'raf

Sepotong hatiku saat membaca Qur'an di halaman ke 157 merasakan sebuah getaran dan membuat air mataku turun begitu saja. Perkataan Allah terkhusus di halaman ini pada ayat ke 52 surat Al-A'raf berbicara tentang datangnya Al-Qur'an untuk kita. Yang Allah jelaskan atas dasar pengetahuan, yang menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang yang .b.e.r.i.m.a.n.   Jadi Al-Qur'an ini barulah bisa menjadi sebuah pengetahuan yang menjadi petunjuk dan rahmat atau kasih sayang atau cinta, jika seseorang yang membacanya adalah orang yang beriman.  Fun fact -nya... di beberapa ayat kedepan di surat yang sama, Allah mengabarkan bahwa di alam ruh, kita semua sudah mengakui bahwa Allah adalah Tuhan kita,  tidak terkecuali. Kita semua, manusia, saat belum bisa disebut sebagai manusia, sebelum bahkan hadir di dalam rahim ibu kita, kita semua telah berjanji dan bersaksi atas hal tersebut. Jadi sebenarnya, dasar keimanan itu ada di dalam hati setiap manusia. Menjadi sebuah kepastian yang diseb...

Al-An'am Punya Pesan Untukmu

Hanya orang yang mendengar saja yang mematuhi seruan. Yang selalu bersikap mendengar akan selalu memenuhi seruan. QS Al-An'am ayat 39, bahwa shiratal mustaqim yang senantiasa diminta itu hanya bisa ditempuh oleh orang yang tidak bersikap tuli, bisu dan berada dalam kegelapan terhadap ayat-ayat Allah. Maka sikapilah setiap ayat yang sampai padamu seperti sebagaimana sebuah seruan yang kau dengar dan kau bersegera memahaminya dan memenuhi seruan tersebut. Pada saat itulah kemukjizatan Al-Qur'an akan terbuka pintunya untukmu. Biarkan hatimu terbuka dengan ayat demi ayat yang kau baca itu. Rahasia langit yang luar biasa tersembunyi di sana. QS Al-An'am ayat 40, bukankah pada saat-saat terburukmu dalam menghadapi hidup, yang akan kau seru adalah nama Allah?? Jujur saja pada dirimu.  QS Al-An-'am ayat 41, ya, hanya padaNya kita akan meminta tolong di kondisi tersebut. Lalu Allah selamatkan kita dari hal mengerikan itu, tidak ada yang lain yang sanggup memberikan pertolongan d...

Sebuah Laporan Random dan Rencana Hari Ini

Ya, aku tau, tidak mudah bertahan dalam keistiqomahan. Tapi selama perjalanannya tidak terhenti, akan selalu ada jalan untuk kembali. Melanjutkan apa yang terlewat.  Selama nyawa masih diizinkan menetap. Oleh Allah. Jadi hari ini aku menginsyafi kelemahan diri, pada jadwal ketat yang sudah dirancang, celah tidak terlaksana sebab kelelahan itu memang mungkin terjadi. Yang aneh padaku, semakin lelah, semakin sulit untuk memejamkan mata. Ini aneh tapi ajaib. Kebiasaan aneh ini baru ada sejak usiaku 29an menjelang 30 sepertinya. Semakin menjadi di usia sekarang.  Ada pola makan yang coba aku perbaiki, aku juga perbaiki banyak hal. Olahragaku, ritme belajarku. Tanggungjawabku sebagai istri dan ibu. Shalatku, Tanggungjawabku sebagai seorang penghafal Al-Qur'an. Tapi memang kesempurnaan hanya milik Allah, aku hanya merencanakan dan mengikhtiarkan yang baik-baik sambil terus berdoa dan berharap yang terbaik. Ada yang berubah, setidaknya aku sudah tidak ssepemarah sebelumnya, aku bisa ...

Aku yang Ingin Terus Berpegang pada Tali-Mu

Aku ingin mendokumentasikan rasa. Hari ini aku terkagum dengan bagaimana cara Allah mengetuk hati. Tentang bagaimana aku yang melangkah selangkah kepadaNya dan Dia berlari mendekat kepadaku. menghadirkan semua yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan. Aku hari ini hanya semakin percaya betapa Allah dengan ke Mahakuasa an nya memang yang paling layak untuk mendapatkan perhatian yang paling dalam. Al-Qur’an ini benar-benar sebuah tali yang begitu kokoh. Dan siapa pun yang terhubung kepadaNya dengan tali ini akan selalu terhubung, meski terkadang, hempasan angin dan badainya, membuat ingin berhenti dan menjauh saja. Tapi tujuan bersamai Al-Qur’an bukan soal berapa banyak, tapi soal apakah kita sudah berhasil mendudukkannya pada posisi yang seharusnya. Jadi yang utama dan paling utama sebelum apa pun. Ya Allah, ya Rahman… Terima kasih telah membuat aku ada di jalan ini, jalan Al-Qur’an ini, jalan lurusMu. Tentang bagaimana Kau memberikan berbagai kemuliaan bagi para Ahlul Quran di dunia ...

Menangis dalam Berproses Bukan Berarti Menyerah

Di hari yang bersamaan dengan hari pertama aku memulai kelas angkat bebanku.. aku belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah aku pilih untuk aku jalani. saat aku sedang merasakan sakit di kedua lututku sebab latihan hari pertamaku. Ada yang menyakitkan pula yang aku terima dari orang lain. Aku menangis malam ini. Belajar itu…kenapa ga enak sekali ya. Memang rebahan dan tidak bertumbuh itu mudah. Sangat mudah. Dan aku sudah selama ini memutuskan untuk menjalani yang lebih mudah. Saat akhirnya memutuskan berubah ternyata ga senyaman yang aku sangka. Belajar itu sulit, sakit, bikin ingin lari sejauh mungkin. Tapi aku pun tau..aku perlu belajar ini. Aku perlu ketidaknyamanan ini. Aku butuh proses ini. Kalau ingin menyerah.. Aku akan lawan rasa itu. Aku sedang menghayati tangisanku. Tangisan kebertumbuhanku. Aku berusaha mengambil pelajaran dari ini dan tidak menjalani peran sebagai korban. Temani aku ya ya Allah.. kenapa datangnya bersamaan pastinya semua karena kehendakMu. Kau in...

Karena Ini Semua TentangMu

Aku percaya dan aku bergerak dengan kepercayaanku. Aku tahu janjiMu maka aku bergerak melangkah menujuMu. Dengan melawan beratnya mata yang masih ingin terlelap saja. Tapi aku serius inginkan cintaMu. Maka kantukku itu kupaksa pergi. Karena janjiMu dan kehadiranMu di langit dunia lebih aku inginkan. Lebih dari nikmatnya tidur dan badan yang merengek masih begitu lelah. Boleh aku bersegera menuju janjiMu? Ya Allah… Bisa Kau bantu aku untuk teguh dengan kepercayaanku padaMu? Kokohkan hatiku dengan iman. Agar tidak perlu ada lagi yang namanya berkorban dan memaksakan diri. Yang ada biar hanya cinta, senang dan bahagia. Karena ini tentangMu dan apa-apa yang ada di sisiMu. Tolong terus bimbing aku dengan cinta kasihMu ya…

Cara Allah Mencintai Kamu

Tentang mengamalkan apa yang diketahui dari ilmu yang sudah didapat… Hari ini aku full dapat pelajaran tentang ini. Dari kawan-kawanku semasa di pesantren yang selama 6 tahun kami bersama belajar dulu. Kami dengan perjalanan kami masing-masingnya. Iya… aku sekarang menyadari, betapa Allah peduli bukan hanya pada salah satu dari hamba yang diciptakanNya. Semua rata kebagian kepedulianNya, keadilanNya dan kesenian dari keMahaanNya. Adil, teramat adil. Kisah kita masing-masingnya adalah bukti itu sendiri. Yang satu sudah 2 kali menikah dengan kisah hidup roller coasternya sendiri. Yang satu sudah menikah dengan 3 anak lelakinya. Juga dengan perdramaan yang jangan dikira akan mudah. Sama sulitnya. Sama roller coasternya. Yang satu belum menikah tapi menanggung biaya hidup dua orang keponakan dari kakaknya yang sudah meninggal. Karir baiknya di Ibu Kota membuatnya mampu menjalani peran luar biasa itu. Allah adil..Maha Adil. Aku rasa, jodoh terbaiknya pun sudah Allah siapkan. Tidak mungkin b...

Yang Bisa Kau Ubah: Hanya Dirimu Sendiri

Bicara soal tidak merasa cukup dengan apa yang ada. Sekaligus bicara juga tentang sesuatu yang teramat melekat hingga dicintai melebihi kecintaan pada Allah. Ini dua sifat manusia yang sebenarnya sangat menyebalkan. Lalu bagaimana cara memanage nya? Agar tidak perlu menyesali sesuatu yang datangnya belakangan nanti. Saranku untukmu.. berlelah-lelahlah mengoreksi diri. Agar semakin membaik dirimu dan apa yang ada padamu lahir dan batinnya. Jangan pernah sekalipun berusaha menggenggam terlalu erat orang lain, siapapun itu. Sewajarnya saja. Sesederhana mungkin. Yang luar biasa biar hanya untuk Allah saja. Saat yang menjadi hal yang dipusingkan adalah apa yang ada dalam diri sendiri, akan lebih mudah pergelutan hati itu berbuah menjadi tekad perbaikan diri. Kalau orang lain ya.. kalau dalam dirinya tidak ada kesungguhan untuk merubah diri, sampai kapanpun kamu ga akan bisa merubahnya. Berdamailah dengan dirimu ya. Semua akan baik-baik saja. Bahkan yang ada akan terasa teramat cukup. Yang t...

Memilih Fokus Hati

Memilih untuk bangun pagi dini hari lanjut mandi dan segera shalat qiyamullail adalah jalan yang tidak mudah. Ada nafsu diri yang memang sangat amat manusiawi yang harus dilawan di sini. Keinginan untuk istirahat di waktu malam melawan segala kelelahan lalu memilih bangun itu berat. Tapi nikmat. Perbedaannya sangat terasa saat siang harinya. Hidup yang lebih teratur. Hati yang ajeg dan kokoh. Kabar-kabar baik yang beriringan hadir. Apakah Itu sebab qiyamullail? Bisa saja salah satu sebabnya itu. Meski tidak menjadi sebab satu-satunya. Peran utama dari setiap karunia kebaikan yang hadir untuk kita ya jelas dari Allah. Saat kita jujur dan menunjukkan kesungguhan untuk jadi hambanya, tidak mungkin diabaikan. Lantas bagaimana dengan kesedihan dan kabar buruk? Ya kadang sedih pun kebaikan jika ia membawa makin dekat dengan Allah. Meski ya tidak kita pungkiri kan, memang sesulit itu juga berada dalam kesedihan dan menjalani cerita yang tidak disukai. Hmm..itulah saat di mana peran kesabaran ...

Terima Kasih

Terima kasih telah memberiku makna. Terima kasih telah membuat aku faham. Terima kasih telah mengajarkan aku banyak hal. Terima kasih telah menguatkanku di tengah semua kelemahanku. Terima kasih untuk selalu ada dan menjawab semua pertanyaanku. Terima kasih telah menemaniku bertumbuh. Terima kasih atas semuanya pemenuhan kebutuhan ku. Terima kasih atas segala kebaikan-Mu yang tidak akan pernah sanggup untuk aku hitung. Terima kasih atas nikmat Al-Qur’an. Terima kasih atas kehidupanku ini. Terima kasih atas semua makanan yang Kau berikan. Terima kasih atas semua pakaian yang Kau berikan untuk aku kenakan. Terima Kasih untuk selalu menarikku kembali setiap kali aku mulai jauh.

Sebuah Analogi Tentang Ujian

Kau ambil mata kuliahnya. Kalu pelajari materinya. Dan kaupun diuji dengan semua materi yang telah kau dapatkan. "Apakah kau sudah paham?" Seolah guru penguji berkata tanpa kata-kata padamu. Tapi ada pada isyaratnya. "Kau sudah menemukan jawaban untuk soal ujianmu?" "Kau sudah tahu cara menjawabnya?" Kau ingin nilai A, ulang lagi materi pelajaranmu dengan sungguh-sungguh. Maka dengan mudah kau akan mudah untuk menjawab entah seperti apapun soalnya. Boleh jadi ia rumit. Boleh jadi kau akan terguncang dan takut untuk bahkan sekedar mendengar kata 'ujian' itu. Tapi kau tak akan bisa lari. Kau harus hadapi setidak suka apapun. Saat nanti soal ujian itu terjawab dengan benar. Minimal kau akan lega karena kau tahu kau sungguh telah berusaha menyelesaikannya sebaik mungkin. Penilaiannya bukan ada pada keyakinanmu sendiri.  Bukan juga nilai itu ada pada apa kata temanmu. Atau pada kata orang. Tapi penilaian itu ada pada Gurumu. Guru utamamu. Yang memang me...

Berkenalan dengan Lelah

Lagi cape2nya hidup. Ya hidup sebelah mana yang ga cape sih? Di semua tingkatan di semua tahapan pasti cape. Semua ngerasain, semua ngalamin. Saat melewati kelelahan yang seperti mulai kehabisan nafas, sebagian menjadi pecundang dan menjatuhkan diri kepada kehinaan, lalu sebagian menempa dirinya dengan semua kelelahan menjadi berbeda dari dirinya yang sebelumnya.  Kelelahan yang sama menimpa orang yang berbeda, bisa membentuk mereka menjadi berbeda. Kau? Mau jadi yang seperti apa? Lelahmu sama dengan lelah yang mereka rasakan. Tapi apakah lelah yang kau rasakan akan sepadang dengan apa yang akan kau dapatkan? Perjuangkan saja semua hal yang akan membuat lelahmu berarti dan berbuah. Tinggalkan saja semua hal yang membuatmu lelah tapi kau tidak dapat apa-apa kecuali hampa yang semakin hampa dan kosong yang semakin kosong. Kalau kau benar..benar-benar mau berjuang, maka persiapkan diri dan sadari bahwa dalam perjuanganmu akan ada lelah yang siap menghampiri. Kau siap? Kalu kau benar.....

Teruslah Berjalan

Sebagaimana Allah menggambarkan kata cahaya sering hanya dengan kata bermakna tunggal yaitu النور dan mengatakan kegelapan dengan makna jamak atau plural yaitu الظلمات. Maka sebenarnya kebenaran itu selama-lamanya hanya ada satu saja. Dan kegelapan bisa berupa apapun bentuknya. Pembelajaran tentang hal ini membuatkan yang suka berfikir mendalam jadi semakin terilhami dengan banyak hal. Betapa semua itu saling berhubungan dan berkaitan. Proses pembelajaran dari yang tak bisa menjadi bisa itu proses menyingkirkan kegeleapan yang sedemimian pekat menuju pada satu cahaya yang pasti. Jalan pengantar pada cahaya itu satu: ILMU. Jangan lelah teruslah belajar dan bersabarlah dalam prosesnya. Lebih baik bersabar dalam proses pembelajaran yang tidak mudah dibanding bersabar akan kebodohan dan kegelapan tanpa ujung. Semua belum final, Nusaibah, teruslah berjalan...

Tempat Pulangnya Hati

Gambar
Karena buatku tidak ada tempat yang yang senyaman masjid untuk tempat pulangnya hati yang lelah. Di sini aku menemukan hatiku kembali.

Memaknai Kehilangan

Kehilangan tidak pernah begitu mudah untuk dihadapi. Setiap kehilangan, apalagi pada sesatu yang teramat lekat, dekat dan dicintai, akan selalu menyisakan luka juga ruang hampa di dalam hati. Seperti ada yang tercerabut sedemikiannya. Tercabutnya sesuatu yang teramat melekat di hati itu sakit.. Semakin lekat semakin luar biasa sakitnya. Pada kehilangan demi kehilangan kita belajar menyandarkan hati pada pemilik sebenarnya. Maka kabar duka sesedih apapun akan menjadi aman bagi hati. Luka pasti akan tetap ada. Hampa kadang bisa mampir. Tapi pulihnya bisa lebih cepat. Karena tidak ada yang lebih menyakitkan dari kehilangan Allah dari hidup ini. Hati yang tak mengenalNya  Hati yang jauh dariNya Kemelekatan hati pada selainNya melebihi kadar kemelekatan yang mestinya utuh sempurna padaNya. Sedih itu manusiawi. Rasul SAW pun pernah berduka berlipat ganda pada tahun kesedihan. Saat dua orang tercintanya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Di waktu yang berdekatan. Mungkin kita har...

Jika Tak Bisa Menunggu, Baiklah!

Yang lucu dari dunia ini Adalah saat kau mau bertumbuh dan menyatakan siap bertumbuh, tetiba semua ujian dan aral melintang bertubi menyambut secara bersamaan dalam satu waktu. Tunggu.. tunggu.. tunggu.. Apakah tidak bisa lebih pelan-pelan lagi? Apakah tidak bisa lebih santai dari ini? Kenapa speednya secepat dan semengerikan ini? Lelah dalam perjalanan terkadang membuat ingin berhenti dan memilih pilihan lebih mudah: menyerah lalu berputus asa. Tapi keinginan untuk bertumbuh sedemikian serius. SANGAT SERIUS. Maka aku pilih jalan sulit lagi mendaki itu. Memilih bangkit meski lemah.  Memilih mengentaskan air mata lebih cepat dari biasanya. Lalu tersenyum dan berkata, "Ok..aku terima ini. Apa lagi kiranya yang akan Kau utus untuk datang menjadi pembentuk terbaik aku dan diriku ini?" Memilih jalur bangkit meski lemah itu tidak mudah tapi aku serius... Maka semoga aku akan bisa melewatinya sebaik mungkin. Tidak apa babak belur. Aku bahagia dengan perjuanganku. Luka ini baik untuk...

Sabar dengan Ketidaknyamanan

Suatu saat kita akan saat bertetimakasih pada semua ketidaknyamanan yang hadir. Darinya kkta belajar mengendalikan sikap. Darinya kita belajar tidak melewati batas. Darinya kita belajar menerima kebenaran. Darinya kita belajar bahwa kota ini selamanya adalah manusia yang bisa salah dan bisa lupa. Darinya kita belajar menyelaraskan sikap hati, sikap fisik dan apa yang keluar menjelma kata dari lisan. Darinya kita belajar bahwa begitu banyak jalan kebaikan, kita bisa memilih salah satunya. Darinya kita belajar bahwa kebenaran mutlak habya ada di sisi Allah. Darinya kita belajar merunduk dalam iman. Darinya kita belajar terus berbenah setiap saat. Darinya kita belajar bahwa berproses itu butuh waktu dan sabar. Tidak mungkin i.n.s.t.a.n. Darinya kita belajar bahwa kesenangan tak selamanya benar. Darinya kita belajar kesedihan tak selamanya salah. Darinya kita belajar kebahagiaan itu diikhtiarkan. Darinya kita belajar jangan takut bergerak melangkah. Darinya kita belajar, kita bisa salah da...